Arca Ganesha Terbaik dan Terbesar Ada di Sumberpucung Malang

IMPERIUMDAILY.COM-MALANG-Tidak banyak yang tahu,  jika arca Ganesha di Dusun Karangkates Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang adalah yang terbesar di Indonesia. Tingginya sekitar 3 meter dengan lingkar badan sekitar 4 meter.

Situs Ganesha terletak di belakang kompleks wisma Perum Jasa Tirta di Sumberpucung Kabupaten Malang. Lokasi situs itu tidak bisa dilihat dari jalan utama Malang-Blitar. Karena di sana juga tidak ada papan nama yang menujukkan jalan menuju ke situs tersebut.   Namun, jika bertanya kepada warga sekitar maka akan langsung ditunjukkan arahnya.

Juru kunci Bu Supiati, wanita 62 tahun yang menjadi juru kunci sekitar 15 tahun menceritakan, selama ini pengunjung situs arca Ganesha tersebut tidak terlalu banyak, namun ada saja, terutama malam Jumat Legi. Kadang juga ada yang datang untuk selamatan dengan memberikan semacam sesajen. ”Ya pokoknya ada saja,” kata dia.

Ditanya soal sejarah situs Ganesha tersebut, Supiati tidak banyak memberikan informasi. Hanya, berita yang paling dia ketahui dari cerita turun temurun, situs Ganesha pernah  dibawa ke Singosari dengan diangkut kereta yang ditarik 44 sapi. Ketika itu situs tersebut diambil siang hari. ”Tapi anehnya malam  nya situs ini sudah kembali ke sini (Karangkates),” ungkap dia.

Lalu siapa yang membawa kembali ke Karangkates ? Supiati hanya menggeleng. Dia mengatakan, kata orang-orang dulu, yang punya situs Ganesha tidak mau dipindah. Setelah kejadian tersebut tidak ada lagi yang berani memindah. Cerita  tersebut oleh sebagian masyarakat Karangkates juga dipercaya adanya. Cerita semacam itu bukan hal aneh di masyarakat sekitar situs tersebut.

Sementara kondisi arca Ganesha masih sangat bagus. Ukiran yang dipahat juga menunjukkan bahwa pemahatnya sangat berpengalaman. Lekuk-keluk dan ukirannya halus dan rapi. Sehingga bentuk arca sangat indah.

Sejarawan dari Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono mengatakan  Arca Ganesha yang berada di Desa Karangkates, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, terbilang langka dan istimewa. Jika biasanya arca Ganesha dalam posisi duduk, arca di desa itu dalam posisi berdiri. ”Jumlah arca Ganesha yang berdiri itu sangat sedikit, kebanyakan duduk seperti duduknya bayi, bukan duduk bersila,” terang dia.

Dwi juga menyampaikan, dulu arca Ganesha itu lokasinya di dekat pertemuan Sungai Sengguruh dan Sungai Brantas yang berada di bawah dari lokassi yang sekarang. Arca itu dipindah lebih ke atas di dekat permukiman penduduk. Selain berdekatan dengan perkampungan juga dekat makam Cina kuno yang sudah tidak pernah dikunjungi oleh keluarga jenazah. Makam tersebut menurut juru kunci adalah pindahan dari lokasi yang saat ini jadi Pasar Sumberpucung. Namun kapan perpindahan itu juru kunci arca Ganesha juga tidak mengetahui secara pasti.

Soal alasan dipindah dari pinggir sungai ke atas itu, Dwi menduga agar lebih aman. Namun alasan pastinya belum ditemukan data-data sejarahnya pastinya. Menurut dia kemungkinan perpindahan itu terjadi pada masa kolonial.

Kemudian terkait cerita bahwa konon arca itu pernah dipindah dan kembali lagi dalam semalam, Dwi menganalisa bahwa itu mungkin saja terjadi. Namun dia melogikakan, pada zaman kolonial Belanda kemungkinan arca memang dipindah. Karena arca itu dipercaya memiliki kekuatan gaib maka oleh Belanda diambil dengan diam-diam, dia menduga arca diambil malam hari. Namun karena khawatir warga marah maka kemudian dikembalikan secara diam-diam pula. Nah oleh warga dikira arca kembali dengan sendirinya.

Menurut dia, anggapan mistis oleh masyarakat semacam itu bukan hal yang aneh dalam dunia situs purbakala. Banyak situs lain yang juga dianggap masyarakat memiliki kekuatan gaib. Namun bila dianalisis secara ilmiah hal yang dikira gaib bisa juga dirasionalkan.”Anggapan adanya kekuatan gaib oleh masyarakat itu kadang perlu juga agar masyarakat tidak merusak dan justru menjaganya,” terang dia.(aka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *