Candi Songgoriti di Batu Pernah Diajukan Sebagai Salah Satu Keajaiban Dunia

NUSADILY.COM-BATU-Candi Songgoriti di Dusun Songgoriti Desa Songgokerto Kota Batu termasuk candi paling tua di Jawa Timur. Candi Songgoriti bisa dikatakan candi paling aneh di dunia. Karena candi ini didirikan di atas air yang memiliki suhu sangat mencolok. Satunya berupa air panas yang rata-rata bersuhu 47,5 derajat selsius sedangkan sekitar satu meter dari ari panas itu terdapat sumber yang sama sekali tidak panas.

Karena keanehannya ini candi Songgoriti sempat diusulkan sebagai salah satu keajaiban dunia. Perawat Candi Haryoto mengaku sudah pernah dipanggil ke kementerian perekonomian dan kesejahteraan rakyat pada 8 September 2013 untuk dimintai pendapat terkait keajaiban Candi Songgorti tersebut.

“Karena candi dunia yang dibangun di atas sumber air panas dan air dingin ya hanya Candi Songgoriti ini,” kata Haryoto.

Karena keunikannya itu, pada 23 Juni 2013 lalu, raja-raja dari Nusantara dan sejumlah negara juga berkunjung ke candi. Raja-raja itu berasal dari Amerika, Rusia, Brunai, Malaysia, Thaliand, Dubai dan sejumlah raja dari Nusantara. Mereka kata Haryoto mengaku sangat kagum dan terheran-heran. Sebagain juga ikut terapi air panas dan mengakui khasiatnya.

Untuk kandungan air panas di Candi Songgoriti menurut dia juga berbeda dengan kandungan air panas di sumber lain. Air panas di Candi Songgoriti mengandung zat besi zat baja dan yodium dengan panas air rata-rata 47,5 derajat celsius. Sehingga air panas dari Songgoriti dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Sudah banyak orang penting yang melakukan terapi dengan air panas di songgoriti dan hasilnya bisa dirasakan.

Kapan Candi Songoriti dibangun? Haryoto mengatakan candi itu dibanguan pada tahun 888 M di masa pemerintahan Mpu Sindok. Candi dibanguan oleh Mpu Supo yang kini makamnya berada tak jauh dari candi tersebut. Menurut dia, dalam legenda pembangunan candi itu dulu di kawasan candi merupakan kawah air panas yang tidak bisa dihuni oleh manusia.

Kemudian setelah dibangun candi oleh Mpus Supo maka sumber air panasnya mengecil, sehingga kawasan yang menjadi perbatasan Gunung Arjuno dan Gunung Kawi tersebut kini bisa dihuni.

”Jadi saking saktinya Mpu Supo, sehingga daerah Songgoriti bisa dihuni dengan nyaman sampai sekarang,” ujar Haryoto.

Haryoto menjelaskan, Candi Songgoriti ditemukan kali pertama oleh seorang arkeolog Belanda bernama Van I Isseldijk tahun 1799 M, kemudian pelaksanaan renovasinya dilakukan oleh arkeolog Belanda lainnya yaitu Rigg tahun 1849 M dan Brumund pada tahun 1863 M. Tahun 1902 M, Knebel melakukan inventarisasi situs Candi Songgoriti dan dilanjutkan dengan renovasi besar-besaran tahun 1921 M. Renovasi terakhir dilaksanakan pada tahun 1938.

Candi Songgoriti yang juga disebut dengan Candi Supo ini adalah satu-satunya candi peninggalan Mpu Sindok di kota Batu. Dia adalah raja pertama kerajaan Medang periode Jawa Timur yang memerintah sekitar tahun 929-947 M. Masa pembangunan Candi Songgoriti belum dapat diketahui dengan pasti, tetapi diduga candi ini didirikan pada masa perpindahan kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar abad 9-10 M.

Menurut sejarah, Candi Songgoriti ini berawal dari keinginan Mpu Sindok yang ingin membangun tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan di pegunungan yang di dekatnya terdapat mata air. Seorang petinggi kerajaan bernama Mpu Supo diperintah Mpu Sindok untuk membangun tempat tersebut.

Dengan upaya yang keras, akhirnya Mpu Supo menemukan kawasan yang sekarang lebih dikenal sebagai kawasan wisata Songgoriti. Atas persetujuan Raja, Mpu Supo mulai membangun kawasan Songgoriti sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan beserta sebuah candi.

Di tempat peristirahatan tersebut terdapat sumber mata air yang mengalir dingin dan sejuk seperti semua mata air di wilayah pegunungan. Mata air dingin tersebut sering digunakan untuk mencuci keris-keris bertuah sebagai benda pusaka dari kerajaan Sindok.

Mengingat benda-benda kerajaan yang dicuci tersebut bertuah serta mempunyai kekuatan supranatural dan magis yang maha dahsyat, akhirnya sumber mata air yang semula terasa dingin dan sejuk berubah menjadi sumber air panas. Sumber air panas itupun sampai saat ini menjadi sumber abadi di kawasan Wisata Songgoriti. (aka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *