Ciputra sang Pembangun Taman Impian Jaya Ancol, Meninggal

IMPERIUMDAILY.COM-SINGAPURA – Salah satu orang terkaya di Indonesa, Dr (HC) Ciputra, meninggal dunia Rabu 27 November 2019 dini hari sekitar pukul 01.10 di Rumah Sakit Gleneagles Singapura. Pengusaha yang membangun Taman Impian Jaya Ancol Jakarta ini meninggal di usia 88 tahun.

Pendiri Ciputra Group lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada 1931. Ia mulai mencuat ke permukaan ketika memimpin Jaya Group, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Ia menjabat Direktur Jaya Group semasa Gubernur DKI Ali Sadikin.

Alumnus Institut Teknik Bandung (ITB) menjadi direktur utama Jaya Group hingga usia 65 tahun.

Pengusaha yang punya nama kecil Tjie Tjin Hoan ini lalu keluar dari Jaya Group dan membesarkan perusahaan properti yang telah ia dirikan bernama Metropolitan Group.

Di Metropolitan Group, Ciputra menempati komisaris utama perusahaan. Proyek pertama Metropolitan Group adalah membangun perumahan untuk kelas menengah atas di kawasan Pondok Indah dan kota mandiri Bumi Serpong Damai (BSD).

Setelah sukses, Ciputra melebarkan sayapnya membentuk perusahaan Ciputra Group. Saat ini, beberapa perusahaan berbagai sektor tergabung dalam Ciputra Group. Perusahaan di bawah Ciputra Group bergerak dalam bidang properti, media, asuransi, dan kesehatan.

Dicuplik dari CNNIndonesia, Ciputra pun disebut sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Ia berada di posisi 18 se-Indonesia. Majalah itu mencatat total kekayaannya Ciputra mencapai USD 1,1 miliar pada 2019 atau setara Rp 15,40 triliun (kurs Rp 14.000/USD).

Ciputra juga membangun sektor pendidikan dengan mendirikan Universitas Ciputra. Ia juga mengajar dan memberi pelatihan bisnis kepada masyarakat dan pengusaha. Ia getol menyebarkan virus kewirausahaan. Atas upayanya itu, ia pun mendapatkan gelar doktor honoris causa.

Ciputra diapresiasi Museum Rekor Indonesia karena aktivitas pelatihan itu. Ciputra pernah mendapatkan dua penghargaan rekor sekaligus. Yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang. Kedua, rekor terbanyak penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen.

Kemudian, ayah dari lima anak ini juga diberikan penghargaan oleh Ernst & Young sebagai Entrepreneur of The Year 2007.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, Ciputra juga mendirikan Museum Ciputra Artpreneur pada 2014 di Jakarta untuk memamerkan koleksi seninya.

Ciputra termasuk orang yang peduli dengan pembangunan bulutangkis Indonesia. Ia turut membina PB Jaya Raya, tempat para pebulutangkis jawara berasal. Salah satunya adalah Susi Susanti.

Semua kesuksesan yang diraihnya itu dilakukan dengan usaha keras. Sebab Ciputra bukan berasal dari keluarga orang kaya. Ia pernah merasakan menjadi masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah saat kecil. Ayahnya meninggal setelah sempat ditangkap Jepang karena dituduh sebagai mata-mata Belanda.

Rencananya jenazah disemayamkan di rumah duka keluarga, Jalan Bukit Golf Utama PA 1-2, Jakarta Selatan. (berbagai sumber/yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *