Gempa 7,1 M Guncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Berpotensi Terjadi Gempa Susulan

IMPERIUMDAILY.COM – MALANG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (14/11) malam, pukul 23.14 WIB atau pukul 00.14 waktu setempat (WITA) .

Akibatnya, warga berhamburan ke luar rumah, apalagi muncul peringatan dini tsunami di beberapa tempat, seperti di Bitung (Sulut) dan Ternate.

Sebelumnya, BMKG menyebutkan gempa berkekuatan M 7,4. Tetapi, BMKG melakukan pemutakhiran terhadap gempa yang terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara menjadi M 7,1

“Pemutakhiran Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah Sulut gempa M 7,1,” demikian informasi dari BMKG, Kamis (14/11) malam.

Titik koordinat gempa tercatat di 1,67 Lintang Utara dan 126,39 Bujur Timur. Kedalaman gempa 73 kilometer. Pusat gempa ini berlokasi di 137 km barat laut Jailolo, Malut.. Tiga daerah berstatus waspada, yakni Halmahera, Kota Bitung, dan Kota Ternate.

BMKG mengimbau warga agar mengikuti arahan petugas BPBD hingga BNPB. “Saran BMKG kuti arahan peringatan dini TSUNAMI dari BPBD, BNPB dan BMKG,” tulis BMKG.

Warga Kecamatan Kema, Bitung, Elis Voerman ketika dikonfirmasi usadaily.com mengakui, bila warga diminta mengungsi. Apalagi, wilayah Kema dekat dengan bibir pantai. “Kami harus mengungsi ke Kauditan. Warga harus mengungsi,” tutur Elis, Jumat (15/11) dinihari.

BMKG melaporkan tsunami terdeteksi di Ternate dan Bitung, Maluku Utara. Tsunami ini muncul sebagai dampak gempa magnitudo 7,1 di Jailolo, Malut. “Tsunami akibat Gmp Mag:7.1SR, telah terdeteksi di Ternate,” demikian kata BMKG lewat @infoBMKG, Jumat, 15 November 2019.

Dilaporkan tsunami terdeteksi pada Kamis (14/11) pukul 23.43 WIB. Tinggi air mencapai 0,06 meter. Sementara itu, di Bitung tsunami setinggi 0,1 meter pada Jumat (15/11) pukul 00.08 WIB.

Sementara itu, peringatan dini tsunami akhirnya dicabut pada pukul 01.54 WIB. “Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 7,1, pada 14 November 2019 pukul 23.17WIB, dinyatakan telah berakhir,” demikian dikutip dari situs BMKG pada Jumat, 15 November 2019, pukul 01.54 WIB.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan peringatan tsunami akibat gempa di Maluku Utara dicabut. Meski demikian, warga tetap diimbau mewaspadai gempa susulan.

“Masyarakat diimbau kembali ke tempat masing-masing. Namun, diimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan. Jadi yang diwaspadai adalah gempa-gempa susulan. Bukan tsunami, karena sudah berakhir,” kata Diwkorita di kantor BMKG, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat.

Dwikorita mengatakan ada 28 gempa susulan yang terjadi. Yang paling besar bermagnitudo 5,9. (li)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *