Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Radius Aman 3 Kilometer

IMPERIUMDAILY.COM – JOGJAKARTA – Awan panas dilontarkan oleh Gunung Merapi, Sabtu (9/11) pagi. Sekitar pukul 06.21 WIB, letusan setinggi 1500 meter dari puncak mengarah ke barat, yang membuat Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta memberikan imbauan agar tidak ada aktivitas manusia dengan radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Berdasarkan catatan BPPTKG Jogjakarta, awan panas letusan memiliki amplitudo Maximal 65 mm dan durasi kurang lebih 160 detik. “Kolom letusan setinggi 1.500 meter dari puncak condong ke Barat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan,

Dia memastikan, meskipun terjadi lontaran awan panas, namun tidak menimbulkan hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman karena angina mengarah ke barat, seperti dalam pengamatan BPPTKG Jogjakarta, mulai pukul 00.00-06.00 WIB, terpantau cuaca di puncak Merapi mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 14.5-20 °C, kelembaban udara 61-95 %, dan tekanan udara 569-709 mmHg.

Secara visual Gunung terlihat jelas, di mana Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 20 m di atas puncak kawah.

Intensitas kegempaan Low Frekuensi terjadi satu kali, Amplitudo 3 mm dan berdurasi selama 8.5 detik. Sementara gempa Hybrid/Fase Banyak juga hanya sekali terjadi dengan Amplitudo : 10 mm, S-P : 0.4 detik berdurasi 6 detik. Gempa vulkanik Dangkal juga terjadi sekali dengan amplitudo 60 mm dan durasi 13 detik.

Makwan mengatakan, status Gunung Merapi saat ini masih waspada, sejak 21 Mei 2018. BPPTKG mengimbau area dalam radius 3 km dari puncak G. Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.

“Rekomendasi jarak aman untuk aktivitas warga tetap tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi,” lanjutnya seperti dilansir dari Kumparan.com.

Sementara itu, beberapa desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mulai terkena dampak berupa hujan abu. Tepatnya di Kecamatan Sawangan dan Dukun terkena hujan abu tipis usai letusan Gunung Merapi setinggi 1.500 meter yang terjadi Sabtu pagi.

“Dampak dari letusan awan panas tadi pagi tidak ada dampak signifikan. Hanya hujan abu sangat tipis di Desa Wonolelo, Sawangan dan Desa Babadan, Dukun di daerah puncak,” kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto. (kumparan/li)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *