Jokowi Kirim Video, Ma’ruf Amin Curhat Pertumbuhan Ekonomi Lambat

Rapimnas Kadin

IMPERIUMDAILY.COM – BALI-Peserta Rapimnas Kadin di Hotel Westin Nusa Dua Bali mendapat kiriman video Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Jumat (29/11). Jokowi menegaskan bahwa kondusivitas ekonomi adalah tanggung jawab semua pihak. Baik swasta, BUMN dan pemerintah. Sedangkan Wapres KH Ma’ruf Amin yang membuka Rapimnas justru curhat soal pertumbungan ekonomi yang lambat.

Menurut Presiden, membangun ekosistem yang kondusif bagi perekonomian nasional adalah tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab kadin. Jokowi berharap Rapimnas Kadin ini dapat menghasilkan langkah ekonomi untuk Indonesia maju dan berkeadilan.

“Untuk itu mari kita bangun ekosistem cipta lapangan kerja, kita bangun ekosistem peningkatan kelas UMKM,” kata Jokowi.

Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin mengungkap bahwa pertumbuhan ekonomi melambat karena sejumlah faktor. Mulai dari kualitas manusia Indonesia, perang dagang antara Amerika Serikat dan China, hingga perubahan teknologi.

Wakil Presiden Ma’aruf Amin membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (29/11). Foto: Denita br Matondang/kumparan

“Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Di antaranya laju perekonomian nasional yang cenderung melambat sebagai akibat ketidakpastian kondisi perekonomian global, perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang berkepanjangan serta risiko geopolitik, kualitas SDM yang masih rendah,” urai Ma’ruf dalam sambutannya dilansir dari kumparan.com.

Ma’ruf yang mengutip data Bank Dunia mengatakan pendapatan per kapita Indonesia masuk dalam kategori kelas rendah dan menengah. Indonesia pun kalah jauh dibandingkan pendapatan per kapita Jepang, Korea, dan Singapura.

“Menurut data Bank Dunia, World Bank, Indeks Modal Manusia, indikator kapasitas dan kualitas SDM sebuah negara dalam membangun ekonomi, Indonesia termasuk dalam kelompok pendapatan rendah menegah dan tertinggal dibandingkan dengan Singapura, Korea, dan Jepang. Angka kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran masih termasuk dalam kategori tinggi dan harus diturunkan,” ungkapnya.(cak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *