Masjid Jawa di Bangkok, Peninggalan Pendatang Asal Jawa Ratusan Tahun Lalu

IMPERIUMDAILY.COM –BANGKOK- Di tengah padatnya perkampungan Kota Bangkok Thailand, terdapat sebuah masjid tua yang dibangun oleh para pendatang dari Jawa, Indonesia ratusan tahun lalu.

Masjid itu diberi nama Masjid Jawa. Sampai saat ini masjid itu masih berdiri kokoh. Di sekitar masjid banyak warga keturunan Jawa.

Untuk menuju ke sana, bisa berangkat dari Stasiun Hua Lamphong Bangkok, lalu naik MRT dan turun di Silom. Selanjutnya pindah ke Stasiun BTS Sala Daeng dan membeli tiket jurusan Saphan Taksin, lantas turun di Stasiun Surasak.

Dari Surasak turun mengambil pintu keluar sebelah kiri dan menuju arah yang berlawanan hingga menemukan sebuah gang. Setelah itu, masuk gang menuju Masjid Jawa yang jaraknya dari gang sekitar satu kilometer.

Bagi yang ingin ke Masjid Jawa di Thailand, jika masih bingung dengan jalan menuju masjid itu, ketika turun dari kereta api bisa langsung bertanya kepada para tukang ojek. Semua akan tahu di mana Masjid Jawa. Untuk menuju masjid akan menyusuri gang dengan berjalan. Dari gang utama belok kiri, lalu belok kanan dan lurus lantas belok ke kanan di sebuah gang kecil.

Biasanya di gang-gang yang mendekati masjid itu akan banyak orang muslim. Rata-rata mereka berasal dari Jawa. Mereka bersemangat saat ditanya tentang lokasi masjid Jawa. Biasanya mereka saat ditanya tentang lokasi masjid akan menyambutnya dengan kata “Are you Moslem ?” Assalamualaikum, I am Java too,”

Mereka pun dengan semangat menyambut tamu yang datang. Apalagi jika tahu yang datang orang Jawa, binar mata mereka menunjukkan rasa yang amat senang dan bangga. Mereka juga menunjukkan bangunan masjid berbentuk limas dan bertingkat khas masjid di Jawa lengkap dengan kentongan dan bedugnya.

Secara arsitektur, masjid ini memang persis dengan masjid di Jawa yang berkubah model lancip. Pilar di dalam masjid memiliki empat soko guru dan dilengkapi beduk. Tetapi tempat wudhunya berbeda. Di sana tempat wudhunya dilengkapi tempat duduk yang terbuat dari semen. Sehingga, saat berwudhu tidak dengan berdiri membungkuk, tetapi sambil duduk. Selebihnya, secara umum bangunan masjid tersebut masih sangat kukuh dan terawat.

Di kompleks masjid itu, tepatnya di halaman, juga ada ruang untuk madrasah. Setiap malam di tempat itu ada sekitar 60 anak yang belajar agama. Mereka anak-anak orang muslim di sekitar masjid. Selain madrasah diniyah, juga ada satu unit ambulance milik masjid.

Di depan masjid di seberang gang, juga terlihat pemakaman muslim sebagaimana pemakaman yang ada di Jawa. Suasana semacam itu melengkapi landskap sebuah kompleks sosial kemasyarakatan kawasan muslim di Jawa.(aka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *