Risa Santoso, Rektor Termuda nan Cantik yang Kalahkan Riki dan Anies Baswedan

IMPERIUMDAILY.COM-MALANG – Dilantiknya Risa Santoso sebagai rektor Institut Teknologi & Bisnis ASIA Malang, 2 November 2019 menarik perhatian publik. Pasalnya, usia Risa masih tergolong muda untuk dipercaya menduduki posisi rektor.

Risa berhasil mengalahkan catatan rektor termuda Indonesia yang sebelumnya dipegang Riki Saputra dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB). Riki menjabat pada usia 36 Tahun. Riki sendiri telah mengalahkan Anies Baswedan yang tercatat menjadi rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun.

Wanita yang baru saja berulang tahun ke-27 pada 27 Oktober ini, dipercaya menjadi rektor setelah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) ASIA Malang bergabung dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) ASIA Malang. Dalam naungan Yayasan Wahana Edukasi Cendekia, fusi dua lembaga itu membentuk Institut Teknologi & Bisnis ASIA Malang.

Sebelumnya, Risa telah bergabung di ASIA selama dua tahun sebagai LPMI dan Direktur Pengembangan. Risa berhasil merancang beberapa program kerja sama dengan pihak industri dan bahkan pihak asing.

“Saya rasa saya dipilih karena saya sudah memberikan beberapa output untuk kampus, dan juga untuk melanjutkan insiatif-inisiatif yang lebih milenial untuk anak muda” tutur Risa dalam pernyataannya di MetroTV, Selasa, 5 November 2019.

Risa merupakan sosok inspiratif yang begitu semangat menuntut ilmu. Dilansir dari berkuliah.com, pendidikan Risa semasa SMA ia jalani di kota kelahirannya, Surabaya. Pada tahun 2014, Risa melanjutkan studi S1 di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, mengambil jurusan Ekonomi dan Minor Education.

Risa Santoso/ Instagram @santosorisa

Tak cukup disitu, Risa kemudian mengambil S2 Pendidikan di Harvard University atas bea siswa LPDP Pemerintah Indonesia.

Risa mengaku, sejak dulu ia mendambakan untuk berkuliah di luar negeri. Pilihan jatuh pada universitas di Amerika karena menurutnya berbagai inovasi lahir dari negara tersebut.

“Dengan belajar di Amerika, saya berharap mendapatkan inspirasi dan pengalaman positif yang dapat saya terapkan di Indonesia,” ungkap Risa.

Selama berkuliah, Risa tergolong sebagai mahasiswi yang aktif. Di sela-sela waktu belajar, Risa kerap mengikuti kegiatan organisasi pelajar. Menurut Risa, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sangat berguna untuk menambah teman.

Teman-teman Risa di UC Berkeley dan Harvard berasal segala penjuru dunia dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Memiliki banyak teman juga memudahkan Risa untuk mengatasi berbagai masalah di perkuliahan.

“Teman-teman asal Amerika biasanya cukup bersahabat dan mau membantu mahasiswa dari luar negeri bila mengalami kesulitan. Mereka juga sangat rajin dan niat bersekolah.” jelasnya.

Selain aktif dan mudah bergaul, anak dari motivator bisnis Tanadi Santoso ini, juga dikenal sebagai seorang wanita yang mandiri.

Pendidikan S1 ditempuh Risa sambil bekerja paruh waktu. Meskipun pada saat itu perkuliahan Risa masih dibiayai orang tuanya, Risa tak mau menambah beban untuk biaya hidupnya selama berkuliah.

Risa Santoso/ Instagram @santosorisa

Saat pertama datang ke Amerika, Risa bahkan berusaha menjalani hidup seefisien mungkin. Risa memilih membeli kebutuhan perabotan dari teman-teman yang telah lulus, sehingga mendapatkan harga yang jauh lebih murah.

Untuk tempat tinggal, Risa memilih menyewa apartemen yang dekat dengan kampus bersama teman-temannya. “Saya lebih menyukai tinggal dengan teman-teman dengan menyewa apartmen yang dekat dengan sekolah, daripada di asrama yang biasanya sangat kurang privasi sehingga sulit untuk belajar.” jelasnya.

Pendidikan S2 ditempuh Risa melalui jalur beasiswa LPDP. Setelah lulus, Risa diketahui pulang ke Indonesia dan sempat menjadi tenaga ahli muda Kantor Staf Kepresidenan di masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

“Saya sebelumnya belum ada tujuan menjadi rektor, tapi saya ingin lebih banyak di bidang education. Jadi selama ini yang saya pikirkan adalah bagaimana saya bisa melakukan tugas saya dengan baik, dan mengembangkan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.” tambah Risa pada wawancaranya dengan MetroTV.

Kini setelah menjabat menjadi rektor, Risa berencana mengembangkan sinergi antara bisnis dan teknologi, dan juga melakukan pengembangan kurikulum.

“Kerja sama yang kita mau lihat adalah kerja sama dengan Internasional, karena banyak ilmu yang bisa kita serap, pengetahuan baru yang bisa kita bawa ke Indonesia.” pungkas Risa.(lna/yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *