Sebulan, Lima Ekor Penyu Mati di Dekat PLTU Teluk Sepang Bengkulu

IMPERIUMDAILY.COM-BENGKULU – Lima ekor penyu yang dilindungi ditemukan mati dalam jangka waktu berdekatan di kawasan Pantai Teluk Sepang, Kota Bengkulu. Hingga kini, penyebab kematian penyu-penyu berdimensi 50 centimeter itu belum diketahui secara pasti.

Kematian penyu pertama ditemukan pada Kamis malam, 31 Oktober 2019, di Pantai Panjang. Dilansir dari Mongabay, pegiat lingkungan Yayasan Lestari Alam Untuk Negeri (Latun) yang pertama menemukan seekor penyu mati. Penyu ini berjenis sisik (Eretmochelys imbricata).

Selang beberapa hari setelahnya, 10 November 2019 sekitar pukul 12.30 WIB, warga pesisir pantai menemukan dua ekor penyu mati. Kematian penyu itu disertai kematian banyak ikan. Jenis ikan yang mati mulai dari jenis lida-lida, sarden, hingga belanak.

Penyu dan ikan yang mati tersebut ditemukan di sekitar saluran pembuangan limbah air PLTU Teluk Sepang. Seekor penyu yang mati memiliki ciri-ciri berwarna hitam belang-belang putih berdiameter sekitar 50 cm. Ia ditemukan 100 meter dari saluran pembuangan.

Nahas, esok harinya, Senin, 11 November 2019, Yayasan Latun kembali menemukan penyu mati di Pantai Tapak Paderi. Penyu tersebut berjenis penyu hijau (Chelonia mydas) dengan panjang 54 cm dan lebar 51 cm.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA, Mariska Tarantona menuturkan, BKSDA Bengkulu segera melakukan evakuasi penyu yang ditemukan mati. Pihaknya akan meneliti lebih lanjut. “Di hari yang sama, tim BKSDA langsung membawa bangkainya,” ujar Mariska.

Pada Senin, 18 November 2019, penyu kelima ditemukan mati sekitar pukul 16.15 WIB. Penyu mati itu ditemukan seorang petani yang melintas di kawasan PLTU Teluk Sepang.

Kematian penyu-penyu secara bersamaan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini menarik perhatian warga sekitar dan beberapa aktivis pemerhati lingkungan.

Ali Akbar, Ketua Yayasan Kanopi Hijau Indonesia menyoroti kematian penyu yang hampir bersamaan dengan proses uji coba PLTU batu bara Teluk Sepang.

“Pada saat uji coba tersebut, dibuang air pencucian boiler dengan bau yang menyengat langsung ke laut. Kami yang melakukan pengecekan pembuangan itu merasa pusing dan mual akibat tidak kuat mencium bau menyengat tersebut. Jika dilihat dari tren and change-nya, ada kemungkinan kematian ini disebabkan oleh pembuangan limbah PLTU yang berbau sangat menyengat tersebut,” jelas Ali Akbar kepada Kompas.

Indonesia memiliki enam dari tujuh jenis penyu yang hidup di dunia. Yakni penyu sisik [Eretmochels imbricata], penyu hijau [Shelonia mydas], penyu lekang [Lepidochelys olivacea], penyu pipih [Natator depressus], penyu tempayan [Caretta caretta], dan penyu belimbing [Dermochelys coriacea].

Beberapa jenis diantaranya kerap mampir ke Pantai Bengkulu untuk bertelur.

Pihak PLTU batu bara Teluk Sepang diketahui belum memberikan penjelasan resmi terkait banyaknya temuan penyu mati di lokasinya. BKSDA Bengkulu juga masih meneliti bangkai-bangkai penyu yang telah terkumpul sejak beberapa waktu lalu.(lna/yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *