Selama 2.200 Tahun, Bangsawan Wanita Suku Kelt Terkubur di Peti Pohon

IMPERIUMDAILY.COM–MALANG – Cara mengubur dan pemberian aksesori orang mati secara unik dilakukan oleh Bangsa Kelt. Mereka memasang aksesori sangat indah dan kreatif kepada jasad, lalu memasukkannya ke dalam peti pohon.

Budaya nenek moyang bangsa Eropa ini diketahui dari penemuan jasad seorang wanita bangsawan Kelt. Jasad itu mengenakan pakaian dan perhiasan mewah berusia 2.200 tahun. Jasad tersebut tersimpan apik dalam peti yang terbuat dari batang pohon.

Penemuan jasad dalam peti pohon itu terjadi pada Maret 2017, tepatnya pada saat ada proyek konstruksi kompleks sekolah Kern di Assersihl, Zurich, Swiss.

Peneliti mengidentifikasi jasad itu sebagai bangsa Kelt. Karena bentuk peti mati seperti itu digunakan oleh bangsa Kelt pada zaman besi. Mereka menguburkan jasad dalam peti mati yang terbuat dari batang pohon.

Dilansir dari Tempo.co, Sabtu 23 November 2019, perhiasan yang dipakai oleh jasad tersebut meliputi tali pinggangg tipis dan gelang yang berbahan perunggu. Juga ada kalung yang terbuat dari batu amber dan serpihan kaca.

Para arkeolog begitu tertarik dengan sisa-sisa pakaian yang dikenakannya. Sebab pembuatnya begitu kreatif. Seperti serangkaian penjepit logam yang dapat mengikat perhiasan dan pakaiannya dengan bersamaan.

Salah seorang peneliti mengatakan, “Peneliti dengan tekun menyelidiki pola lapisan pakaian yang terbuat dari tekstil, bulu dan sisa-sisa kulit yang turut dikubur dalam peti. Gaun yang digunakan, diprediksi terbuat dari bulu domba pilihan terbaik, dan mantel terbuat dari kulit domba.”

Juga disebutkan di koran-jakarta.com, jenazah wanita tersebut ditemukan terkubur sekitar 260 kaki (80 meter) dari kuburan seorang pria Kelt. Kuburan pria Kelt itu ditemukan pada 1903 pada saat pembanguan fasilitas olah raga sekolah. Pria tersebut terkubur bersama tombak, pedang, dan perisi miliknya.

Elena Pauline Grothe, seorang arkeolog dari Universitas Basel, Swiss, memprediksi kedua jasad tersebut dulunya saling mengenal antara satu sama lain. “Karena kedua orang ini dimakamkan pada dekade yang sama, mungkin mereka saling kenal,” ujarnya.

Masih dari sumber yang sama, bahwa bangsawan Kelt hidup di daratan Eropa hingga ke Turki, meskipun mereka dianggap berasal dari Britania Raya. Mereka sangat masyhur dengan sebutan petarung yang tangguh, hingga bangsa Romawi harus membangun benteng Hadrian untuk perlindungan diri.

Dicuplik dari Walentina Waluyanti, secara internasional, Kelt lebih dikenal sebagai Celtic atau Celts. Kelt awalnya adalah nama suku Kelt, yang berbahasa Kelt. Suku Kelt pernah hidup di Jerman, Swiss, Austria dan Perancis Timur.

Pada 600 SM, suku ini menyebar ke arah Barat Laut di Eropa. Hingga 400 SM, sebagian besar suku Kelt menempati Eropa Barat termasuk Britania. Berdasarkan inilah, suku Kelt dipercaya sebagai nenek Moyang orang Eropa Barat.

Walentina Waluyanti menyimpulkan itu berdasarkan salah satu kunjungannya ke Keltfeest atau Pesta Kelt di Dordrecht, Belanda. (has/yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *