Songkran, Festival Semprot Air Terbesar di Dunia

IMPERIUMDAILY.COM – Ribuan muda-mudi asyik berpesta air  dalam Songkran Festival di Bangkok pada setiap bulan April. Ini adalah sebuah perayaan yang dirayakan di Thailand sebagai Hari Tahun Baru tradisional dari 13 sampai 15 April. Hari tersebut bertepatan dengan Tahun Baru pada beberapa kalender Asia Selatan dan Tenggara.

Songkran dirayakan dengan nama Sangken di bagian timur laut India, sebagai Hari Tahun Baru tradisional oleh Masyarakat Budha. Perayaan Sangken dirayakan oleh orang-orang dari suku Khampti. Perayaan tersebut juga dirayakan oleh masyarakat Singpho, Khamyang, Tikhaks (Tangsa) dan Phakyal di Arunachal Pradesh, dan masyarakat Tai Phake di Assam. Sangken secara umum jatuh pada bulan ‘Naun Ha’, bulan kelima dari tahun kalender Bulan Khampti yang bertepatan dengan bulan April. Perayaan tersebut dirayakan pada hari-hari terakhir tahun lama dan Tahun Baru Bulan dimulai pada hari tepat setelah akhir perayaan tersebut.

Dalam Songkran Festival ini, orang-orang akan menyemprot temannya atau bahkan orang yang tidak dikenal dengan selang, balon air, atau bahkan pistol air. Dulunya, festival ini adalah berbentuk seremoni, akan tetapi lama kelamaan menjadi festival yang besar yang bertahan 3-10 hari tergantung masing-masing daerah.

Dalam festival itu, mereka membawa senapan air berbagai ukuran, lalu saling menyemprotkan ke siapa saja yang ditemui di jalan. Yang disemprotpun tidak ada yang marah, meski mereka basah kuyup. Selain semprot, mereka juga saling mengusap pipi dengan serbuk semacam tepung warna putih. Siapa saja boleh mengusapkan tepung itu kepada yang diinginkan. Yang paling banyak mengusapkan adalah para pemuda kepada gadis-gadis yang ditemui di jalan. Tanpa babibu, seorang pemuda menghampiri gadis cantik berkulit kuning langsat lalu memegang pipinya sambil mengusapkan tepung ke pipi. Si gadis membalas dengan senyum. Jika kebetulan yang diusap juga membawa tepung, dia akan balik membals mengusap pipi orang yang mengusapi.

Selain itu di sepanjang jalanan juga diputar  musik disco yang menghentak keras. Ribuan muda-mudi bergoyang, ada yang sambil semprot-semprotan dan mengusap tepung sebagian menenggak minuman beralkohol. Para pemudinya hampir semua berpakaian serba minim dan seksi. Seaakan malam itu adalah malam bebas bagi mereka, untuk itu mereka banyak yang berpelukan berciuman sambil bergoyang.(aka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *