Di Tiongkok, Pengguna Seluler Baru Kini Wajib Melakukan Pemindaian Wajah

IMPERIUMDAILY.COM-BEIJING-Pemerintah Tiongkok memiliki aturan baru yang mewajibkan warganya untuk melakukan pemindaian wajah tiap mendaftar layanan ponsel. Aturan tersebut sudah diumumkan sejak September lalu, dan mulai berlaku pada Minggu, 1 Desember 2019.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok mengumumkan, aturan ini dibuat untuk melindungi hak dan kepentingan warga negaranya di dunia maya.

“Kecerdasan buatan dan metode teknis lainnya harus digunakan untuk mencocokkan wajah pelanggan yang membeli kartu SIM baru dengan dokumen identitas mereka,” jelas pernyataan tertulis Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, dikutip dari Quartz.

Pemerintah Tiongkok bermaksud mencegah adanya pengguna online yang anonim. Nantinya, setiap orang yang mengajukan nomor telepon baru diharuskan menunjukkan kartu identitas serta mengambil foto wajah mereka.

Peneliti Artificial Intelligence dari Oxford University, Jeffrey Ding mengatakan, salah satu motivasi Tiongkok menghilangkan pengguna anonim adalah untuk meningkatkan keamanan cyber dan mengurangi penipuan melalui telepon dan internet.

Namun, kebijakan baru ini memicu perdebatan warga Tiongkok. Banyak yang mengatakan aturan pemindaian wajah terlalu menyentuh ranah privasi. Dilansir dari BBC, protes berdatangan dari para pengguna media sosial yang khawatir semua data pribadi mereka akan diakses pemerintah.

“Orang-orang semakin dipantau secara ketat, lalu apa yang mereka (pemerintah) takuti?” tulis seorang pengguna situs web microblogging, Sina Weibo.

Banyak pula yang mengeluh Tiongkok sudah terlalu banyak melakukan pelanggaran data. BBC melaporkan, Pemerintah Tiongkok telah banyak menyensor, menghapus, hingga memblokir konten yang tidak ingin dilihat dan dibicarakan warganya.

Sebelumnya, teknologi pemindaian wajah sudah diterapkan di Tiongkok dalam berbagai layanan publik. Bahkan di Taman Safari Hangzhou, Cina Timur, para pengunjung wajib melakukan pemindaian wajah saat melewati pemeriksaan tiket masuk.

Transaksi komersial di berbagai toko dan supermarket Tiongkok juga telah banyak menerapkan teknologi pemindaian wajah.

Sejak tahun 2017, Tiongkok sudah mengharuskan platform internet untuk memverifikasi identitas asli pengguna sebelum memposting konten di media sosial.

Facial Recognition di CCTV Beijing, Tiongkok (Gilles SabriÈ/The New York Times)

Tiongkok diketahui memiliki 170 juta kamera CCTV di penjuru negeri, untuk memantau interaksi publik semua warganya. Tiongkok menargetkan pada 2020 nanti, akan memasang sekitar 400 juta CCTV baru.

Teknologi pemindaian wajah memang memiliki peran penting dalam sistem pengawasan Tiongkok. Polisi Tiongkok dapat menemukan seorang buron di tengah 60.000 kerumunan melalui teknologi ini.

Di Beijing juga telah diterapkan sistem kredit sosial untuk para warga mereka. Setiap warga akan diberi skor sesuai dengan perilaku mereka di tempat umum. Siapa pun yang terdaftar dalam daftar hitam akan ditempatkan dalam database tersendiri.(lna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *