Menggantung Asa Diantara Paha Mulus Wanita

Kilatan bola lampu mercury sepadan purnama penuh itu kian meredup, Bergerak diarak hembusan angin berasal dari AC sentral dari sudut My Place,
Sebuah tempat hiburan malam Kota Malang,
Mengantarkan lelaki yang sedang duduk di sisi kursi kecil melingkar
Sembari mengenang pada serajut pertalian kenangan manis yang tanggal.

Lampu, perlahan redup, menepikan bayang.
Garis-garis cahaya kian menipis di seruas jalan diantara deretan meja bundar
Yang dilingkari kursi kecil,
Serupa pengembara letih;
Tak sanggup melanjutkan perjalanannya hingga tujuan.
Tatap matanya lelap.
Ia terdiam.

Kemudian arak-arakan wanita setengah telanjang yang terus bergerak,
Lampu yang terus redup dan menepi mengantarkannya pada sebuah kenangan Yang kadang menyakitkan.
Pada Rani,
Perempuan pemandu lagu (Purel)
Calon istrinya yang telah raib
Setelah berhasil melumat seluruh harta bendanya.

Puisi: Hanan Jalil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *