Menikmati Panorama Perayaan Natal di Negeri Lembah Nil

IMPERIUMDAILY.COM-MESIR – Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Mesir mempunyai tingkat toleransi yang tinggi terhadai aktivitas pemeluk agama Kristiani. Pada bulan Desember suasana Natal sangat terasa di Mesir. Menjelang Hari Natal di Mesir, restoran penuh dengan dekorasi Natal disertai ucapan Natal : “Id Milad al-Masih al-Majid”.

“Di balik kaca penutup meja makan semua restoran juga ada selebaran-selebaran yang mengajak setiap tamu yang datang untuk ikut bersyukur kepada Tuhan atas kelahiran Nabi Isa atau Yesus,” kata KH Husein Muhammad, alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Kiai Husein Muhammad yang juga karib intelektual KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berkisah tentang hari-hari indah di ujung bulan Desember.

“Mesir adalah negara Islam terkemuka. Di samping negeri Piramida di sana ada Universitas Islam tertua di dunia dan sangat terkenal; Al-Azhar. Semula ia adalah Jami’, masjid. Panglima Perang, dari dinasty Fatimiy yang Syi’ah, Jauhar dari Sicilia, pembangunnya, menjadikan masjid itu bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga pusat belajar, seperti fungsi masjid zaman Nabi,” tutur Kiai Husein Muhammad, yang penyuka karya-karya penyair sufi, Jalaluddin Rumi.

Kiai Husein melanjutkan kisahnya:

Tak lama kemudian ia berubah menjadi Universitas (al-Jami’ah). Universitas ini menjadi pusat keilmuan Islam Internasional sejak 1000 tahun dan telah melahirkan ratusan ribu ulama besar. Pikiran-pikiran dan buku-buku mereka menjadi rujukan masyarakat muslim di seluruh dunia sepanjang masa.

Dalam kurun waktu yang cukup panjang itu, otoritas keagamaan al-Azhar, tak pernah terusik untuk meruntuhkan peradaban non muslim yang penuh pesona itu. Hari ini ada sekitar 7000 mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.

Di negara ini banyak masjid yang berdiri berdampingan dengan gereja. Ini menunjukkan hidup berdampingan antar umat beragama dalam relasi saling menghormati berlangsung dalam damai.

Ketika Natal tiba, seluruh warga negeri ini seakan larut dalam kegembiraan bersama. Mereka memperlihatkan dengan nyata makna kebersamaan dan persaudaraan, meski dengan keyakinan dan agama berbeda.

Di sana juga ada semacam tradisi di mana pemimpin tertinggi agama Islam dan pemimpin tertinggi agama Kristen saling mengucapkan selamat dan menyampaikan simpati pada hari raya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *