Misteri Masih Menyelimuti Terbunuhnya Hakim PN Medan Jamaluddin

IMPERIUMDAILY.COM-MEDAN – Setelah hampir sepekan, misteri kematian hakim yang juga Humas Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin SH MH tak kunjung terpecahkan. Polisi masih mendalami dugaan pembunuhan yang menimpa hakim 55 tahun ini.

Hakim Jamaluddin SH MH ditemukan meninggal di dalam mobilnya, 29 November 2019 lalu. Mobil itu ditemukan warga di dalam jurang sebuah kebun sawit. Polisi menduga Jamaluddin dibunuh. Salah satu sebabnya, ada luka mencurigakan di lehernya. Jenazah juga ditemukan telentang di bangku penumpang. Padahal ia menyopir sendiri mobilnya.

Polda Sumatera Utara (Sumut) yang membentuk tim gabungan tengah memeriksa sedikitnya 20 saksi. Termasuk menganalisa hasil autopsi jenazah.

Dari hasil autopsi, dipastikan Jamaluddin tidak dibunuh dengan diracun. Kepastian itu dikatakan langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto.

Menurut jenderal bintang dua ini, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan Jamaluddin meninggal dunia bukan karena diracun. Hal ini dibuktikan dari pemeriksaan lambung. “Iya, murni dibunuh,” kata Agus, Kamis 5 Desember 2019.

Kapolda Agus menjelaskan, dari hasil forensik, di lambung hakim PN Medan itu hanya ditemukan kafein dan juga obat batuk. Sebelum ditemukan meninggal dunia, kondisi Jalamaluddin dipastikan dalam keadaan normal. “Tidak dalam kondisi mabuk, dan tidak diracun,” ungkapnya.

Meski telah menyatakan Jamaluddin maninggal dunia karena dibunuh, tetapi Kapolda enggan berbicara tentang penyebab kematiannya. Kapolda menegaskan, hingga saat ini timnya masih bekerja memeriksa barang bukti. Saksi yang diperiksa pun sudah 22 orang.

“Mohon doanya, anggota masih bekerja. Dari Dirkrimum dan Polrestabes Medan sedang berkerja,” ujarnya.

Agus menyebut, untuk pengungkapan kasus ini akan ditelusuri dari saat korban ditemukan meninggal dunia. Lalu sesuai pemeriksaan labfor, kemudian dikaitkan dengan keterangan saksi yang melihatnya saat belum meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia antara 12 sampai 20 jam. Kita akan runut dari sana, sabar, ya,” sebutnya.

Tentang perkiraan waktu kematian antara 12 hingga 20 jam sebelumnya itu, polisi mendalami keterangan istri Jamaluddin, Zuraida Hanum. Sebab Hakim Jamaluddin ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.00 WIB. Sekitar 10 jam setelah ia berangkat dari rumah.

Dikutip dari serambinews, Zuraida menceritakan Jamaluddin berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB. Zuraida mengatakan semua perlengkapan seperti baju, sepatu dan perlengkapan kantor sudah disiapkannya di dalam mobil.

Namun, kata Zuraida, ia sudah menyarankan kepada suami untuk didampingi pergi ke bandara. Namun suami tidak mau dengan alasan karena sudah pagi. Almarhum juga mengatakan setelah ke bandara akan langsung ke kantor PN Medan.

“Siapa yang akan dijumpai saya tidak tahu. Bapak tidak cerita ke saya siapa yang ingin berjumpa,” sebutnya dalam wawancara dengan sejumlah wartawan di rumah duka, Nagan Raya, setelah prosesi pemakaman suaminya pada Sabtu 30 November 2019 petang.

Jamaluddin merupakan warga Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Hakim PN Medan ini ditemukan meninggal dunia di kebun sawit milik warga di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat, 29 November 2019 sekitar pukul 15.00.

Saat pertama kali ditemukan, jasad Jamaluddin berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD warna hitam. Posisi jasadnya dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua, dan posisinya miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Jasad hakim PN Medan sempat diautopsi di Rumah Sakit Bhayangakara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan. Jasadnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di kampung halamannya, di Nagan Raya, Aceh, Sabtu, 30 November 2019.

Sementara itu, kasus pembunuhan ini memantik perhatian dari Komisi III DPR RI. “Terbunuh saudara kita Hakim PN Medan, ini belum selesai menjadi pembahasan kita. ‎Kita meminta Polda Sumut untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini dengan baik,” ungkap Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana ‎kepada awak media usai kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Polda Sumut, di Mapolda Sumut, Rabu 4 Desember 2019 sore. (yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *