Pancasila dan Tantangan Milenial di Era Revolusi Industri 4.0

NUSADAILY.COM – JAKARTA – DPC Human Illumination DKI Jakarta dan IBLAM School of Law menyelanggarakan Diksusi Publik Nasional dengan menghadirkan beberapa public figur dan tokoh nasional di Aula IBLAM School of Law.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara Dr. Iman Santoso, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama IBLAM School of Law menyampaikan dalam uraian pembukaan Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 termuat Pancasila dalam alinea Keempat.

“Saat ini Pancasila dimaknai fungsinya sebagai Dasar Negara, sumber segala sumber hukum, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia atau pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara termasuk dalam kehidupan generasi milenial,” tegasnya.

Dr. Ani Purwati, Plt. Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi BPIP RI, dalam kesempatan diskusi tersebut, menyampaikan Pancasila di Indonesia telah disepakati menjadi pandangan hidup, dasar negara dan ideologi yang harus dilakukan/diupayakan terus menerus secara berkelanjutan untuk menuju tujuan indonesia yang di cita-citakan.

“Kelompok milenial mengalami beberapa hambatan, pada saat mereka berpendidikan pelajaran Pendidkan Pancasila setelah reformasi hilang dari kurikulum, sedangkan basis mereka tidak mengetahui Pancasila itu seperti apa, itu yang menjadikan generasi muda miss mengenai Pancasila,” ungkap Ani.

Di tempat yang sama, Brigadir Jenderal TNI Dr. Totok Iman Santoso, Kepala Pusjianstra TNI menegaskan banyak yang merongrong Pancasila dari kanan maupun kiri.

“Karena mereka tidak sepakat Pancasila menjadi dasar negara. Pancasila harus sampai ke bawah yang hulu sampai ke hilir, tidak bisa hanya BPIP saja maupun kampus-kampus saja, kita harus sama-sama,” ujar Iman.

Sementara itu, Irjen Pol Drs. Refdi Andri, Koordinator Staf Ahli Kapolri menegaskan Pancasila bukan hanya sekedar diucapkan. “Tapi juga harus kita internalisasikan, perlu diimplementasikan karena sangat seirama dengan dasar-dasar dan sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia,” terangnya.

Kemudian, Dr. Afdal Mahatta, Tenaga Ahli Komis III DPR RI menyampaikan Pancasila di dalam peraturan perundang-undangan menjadi sumber dari segala sumber hukum.

“Jadi bukan silanya yang salah tapi implementasinya salah dimaknai oleh orang-orang. Pancasila diterapkan bukan hanya sekedar simbol, sehingga bukan hanya di forum-forum seperti ini tapi pelaksanaan atau implementasinya harus juga kita pikirkan,” jelasnya.

Dr. Asep Bambang Hermanto, Peneliti Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila, yang juga selaku panelis menyampaikan intinya dari Pancasila itu jika berbicara ketuhanan itu bararti berbicara bertakwa, yang artinya harus menjadi contoh/teladan/meneladani juga menumbuhkan karakter kasih sayang.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Juwita, Dosen Senior IBLAM School of Law menerangkan perlunya mengimplementasikan Pancasila pada diri sendiri sebelum kepada orang lain. “Nilai-nilai Pancasila itu harus ada dalam kegiatan kita sehari-hari,” ujar Juwita.

Narasumber selanjutnya yaitu Andi Ryza Fardiasnsyah, S.H., Ketua Umum DPP Human Illumination menyampaikan isu terbesar terkait ideologi adalah tentang radikalisme yang tumbuh sebagai akibat dari adanya pandangan dunia yang membenturkan antara agama dan negara.

“Di era milenial, tantangan terbesar adalah bagaimana Pancasila disebarkan tidak lagi dalam bentuk dogma melainkan Pancasila sebagai ideologi membutuhkan perangkat rasionalisasi dan harus bisa diterjemahkan dalam model-model narasi yang sesuai dengan karakter utama era revolusi industri 4.0,” tambahnya.

Diskusi ditutup oleh Mardiyanto, S.H., Ketua Umum DPC Human Illumination DKI JAKARTA dengan closing statement walaupun fakta sosiologis menyatakan banyak permasalahan di Indonesia namun jangan pernah menyerah untuk Indonesia.

“Mari bersama-bersama bersatupadu membangun Indonesia dengan kapasitas kita masing-masing. Semoga Tuhan Yang Maha Esa merahmati dan mencerahkan hati dan pikiran kita semua. Amin,” harap Mardiyanto. (dan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *