Pasar Kota Ambon Ramai Penjual Ketupat Tahun Baru

IMPERIUMDAILY.COM-AMBON – Perayaan Tahun Baru di Ambon berbeda dengan daerah lainnya. Di sini, masyarakat punya tradisi makan ketupat.

Tradisi ini yang menyebabkan anyaman ketupat dari daun kelapa meramaikan Pasar Mardika dan Pasar Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, sejak Senin (30/12). Para pedagang berjualan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut pergantian tahun.

Pantauan di Pasar Mardika, Selasa 31 Desember 2019, aksi menganyam ketupat ini bukan saja ditemui di lokasi-lokasi lapak kebutuhan pokok. Tetapi juga di atas kendaraan bermotor ojek yang parkir yang dimanfaatkan untuk duduk menganyam ketupat.

“Ini kesempatan untuk untuk mendapatkan uang dengan cepat dan santai, sebab tidak kerja keras menjelang akhir tahun 2019,” kata Abu (45) pengendara motor ojek yang parkir di pintu masuk Pasar Mardika.

Ia dan teman-temannya maupun perajin lain di Pasar Mardika tidak perlu mencari tumbak kelapa ke desa-desa yang jauh. Sebab ada saja petani yang datang dari desa-desa di Pulau Ambon bahkan ada dari Pulau Seram yang datang menjual tumbak kelapa di pasar.

“Tinggal membeli saja dari mereka dengan harga yang terjangkau yakni Rp15.000 sampai dengan Rp25.000 per tumbak,” ujarnya.

Transaksi seperti ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun dan dimulai di hari-hari besar keagamaan. Yakni warga muslim mulai melaksanakan ibadah puasa sampai perayaan Idul Fitri. Lalu persiapan memasuki tahun baru.

Wati, pedagang berbagai jenis sayuran yang juga turut meganyam daun ketupat mengatakan, satu tumbak daun kelapa yang besar kalau dianyam menjadi 75 hingga 80 buah ketupat. Kalau kecil dan sedang berkisar antara 50 hingga 60 buah saja.

“Jadi cukup lumayan dari hasil anyaman daun ketupat, dimana satu ikat (10 buah) dipatok 8.000, ada juga jenis yang lain Rp10.000 per delapan buah,” ujarnya.

Selain ketupat, perajin juga menganyam lapa-lapa yang dijual dengan harga Rp15.000 per 10 buah. Model anyaman ini juga sangat digemari pembeli.

Wati menambahkan dirinya dan ibu-ibu yang berjualan anyaman ketupat membentuk kelompok anyam ketupat dan berhasil menjual 350 hingga 400 buah per hari. (ant/yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *