Sumber Sira, Wisata Air Peninggalan Nenek Moyang di Gondanglegi Malang

IMPERIUMDAILY.COM-MALANG – Bosan dengan wisata air buatan? Itu tandanya sudah waktunya mencoba wisata air alami yang banyak bertebaran di Nusantara ini.

Bila berada di Kabupaten Malang Jawa Timur, coba tengok wisata air alami Sumber Sira. Lokasi tepatnya di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi wisata ini cocok untuk anak-anak yang gemar bermain air.

Wisata air yang dikelola BUMDes Putukrejo ini menawarkan keasrian pepohonan dan beningnya mata air. Selain menyegarkan, bagi yang ingin berenang atau berlatih snorkeling, langsung saja terjun ke kolam rakyat yang konon, sudah ada semenjak masa nenek moyang.

Ukuran kolam Sumber Sira relatif luas, sekitar 100×50 meter. Kedalamannya hanya satu meter dengan dasar pasir dan bebatuan kecil.

Yang menjadi pertanda masih alami adalah di dasar kolam banyak lumut dan ganggang. Di permukaan juga banyak didapati daun kering yang jatuh dari kanopi pohon di atasnya.

Tiket masuk masih berkisar Rp 3 ribu per orang pada 2018. Kemungkinan tiket masuk bisa naik Rp 5 ribu per orang. Untuk parkir motor Rp 2 ribu.

dolandolen.com

Di Sumber Sira sudah ada kamar mandi dan toilet dengan kondisi yang bersih. Ini membuat nyaman pengunjung karena tidak perlu khawatir bila perlu ke toilet.

Warung rakyat yang menjajakan makanan kecil, snack dan gorengan juga ada. Termasuk minuman kopi, cokelat atau es. Bakso juga ada. Harganya? sangat-sangat murah.

Bagi yang ingin mengapung saja atau anak-anak yang belum bisa berenang, di Sumber Sira tersedia penyewaan ban. Ongkosnya pun murah, Rp 5 ribu saja.

Bagi yang hobi fotografi bawah air, beningnya air dan sensasi cahaya matahari yang menembus air memberikan komposisi menarik. Apalagi mengambil sudut dengan dasar kolam penuh dengan ganggang dan tanaman air. Eksotis.

Untuk menuju ke Sumber Sira, dari Kota Malang arahkan kendaraan ke selatan. Pasang google map dan cari Sumber Sira. Jaraknya kira-kira 20 kilometer dari Kota Malang ke arah selatan. Bila sudah bertemu dengan Pabrik Gula Krebet di Bululawang, lurus saja ke selatan. Arah Anda sudah benar.

Menurut salah satu tokoh masyarakat, Muhamad Khusnan, Sumber Sira sudah ada sejak beberapa abad lalu.

Bukti kekunoan mata air ini adalah ditemukannya beberapa batu bata dan batu kali yang berukuran besar di sekitarnya.

Bagi umat Hindu, air di Sumber Sira sudah digunakan sejak lama untuk kelengkapan upacara. Misalnya Melasti dan Nyepi.

Tentang asal usul nama Sumber Sira, berasal dari kata ‘sirah’ atau kepala. Maksudnya mata air kepala (induk) dari beberapa mata air yang ada di Desa Putukrejo Kec. Gondanglegi dan sekitarnya.

Ada juga tradisi lisan yang mengatakan Sumber Sira itu dianggap kepala ular naga. Lalu aliran airnya ke sungai membentuk badan naga. Dan ekornya sampai di Desa Sukosari, desa sekitar.

Faktanya, mata air di Sumber Sira memang besar dan melimpah membentuk aliran ke sungai.

Masyarakat setempat juga menyebut Sumber Sira sebagai Sumber Bureng 1 dan alirannya hingga di Desa Sukosari disebut Sumber Bureng 2.

Tradisi lisan lainnya, pada zaman penjajahan Hindia Belanda, Sumber Sira sebagai salah satu basis pertahanan. Seperti diketahui, semasa agresi Belanda, para pejuang RI mundur meninggalkan Kota Malang dan melakukan strategi bumi hangus. Salah satu lokasi bermukim adalah di Gondanglegi dan dipercaya Sumber Sira sebagai salah satu basisnya. Mau mencoba? (yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *