Banjir Lebak Banten, 3.800 Ternak Hanyut

IMPERIUMDAILY.COM-LEBAK – Kepolisian Resort Lebak, Banten mencatat 3.841 ternak hanyut dalam banjir bandang di Lebak, Banten. Lebih dari 2.000 rumah terendam, sekitar 604 rumah diantaranya rusak berat.

“Kurang lebih total sementara, lebih dari dua ribu KK (kepala keluarga) yang ditampung di balai desa dan lapangan futsal. Kami sudah mempersiapkan logistik di setiap titik bencana, bekerjasama dengan kepala desa,” kata Kapolres Lebak AKBP Andre Firman, di Mapolsek Cipanas, Kabupaten Lebak, Kamis 2 Januari 2020.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata menuturkan, berdasarkan rekapitulasi sementara hingga Kamis pagi, terindetifikasi kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Lebak.

Yakni, rumah yang hanyut 80 unit, rumah rusak berat 604, rumah rusak ringan 1.431. Lalu jembatan rusak 18 unit, mushola rusak 15 unit, hewan ternak yang hilang, 3.841 ekor.

Selanjutnya, mobil yang rusak 8 unit, sepeda motor yang rusak 55 unit.

Untuk korban jiwa, dinyatakan hilang sebanyak 8 orang warga. Terdiri dari dua orang hanyut terbawa arus, dan enam orang diduga tertimbun tanah longsor. Polisi, TNI, Basarnas dibantu warga masih terus mencarinya.

Edy melanjutkan, di hari kedua pascabencana banjir bandang, Polda Banten terus mengerahkan pasukan untuk membantu warga korban banjir bandang di Lebak.

Pihak kepolisian bersama Basarnas, BPBD, TNI dan pemerintah daerah juga telah mendirikan beberapa dapur umum di lokasi bencana untuk melayani warga di pengungsian.

Edy menyatakan bahwa lokasi bencana terparah berada di Kecamatan Lebak Gedong. Itu karena sumber banjir bah berada di perkampungan yang masuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kecamatan Lebak Gedong.

“Tadi malam hingga pukul 02.00 dini hari, saya bersama Kapolres Lebak meninjau jalan yang longsor dan sedang diperbaiki oleh Dinas PUPR Provinsi Banten. Hal ini untuk memudahkan akses distribusi logistik dan mobilisasi kendaraan kesehatan di pengungsian,” katanya.

“Kami juga meninjau beberapa lokasi pengungsian warga, tim kesehatan dari Puskesmas dan Biddokkes Polda Banten juga sudah turun langsung tangani warga di pengungsian. Alhamdulillah perbaikan akses jalan penghubung sudah mencapai 75 persen, hasil komunikasi kami dengan penanggung jawab perbaikan jalan dinas PUPR Provinsi Banten,” kata Edy.

Terkait korban hilang, menurut Kapolres Lebak AKBP Andre Firman, pihaknya mendapatkan informasi dari warga dan perangkat desa mengenai delapan warga yang hilang, baik yang di duga hanyut hingga terkubur material longsoran.

Pihak kepolisian dari Polres Lebak masih mendalami informasi warga tersebut, sambil melakukan upaya pencarian korban di bantu oleh tim Polda Banten.

“Untuk orang hilang, ada dua orang diperkirakan hanyut, kemudian ada enam orang diperkirakan tertimbun tanah. Berdasarkan informasi dari masyarakat dan perangkat desa, masih kita dalami,” kata Andre Firman. (ant/yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *