Gibran Tekankan Tak Ada Dinasti Politik dalam Pencalonannya Jadi Wali Kota Surakarta

IMPERIUMDAILY.COM – SOLO – Putra Presiden Joko Widodo yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Rakabuming Raka meyakinkan tidak ada dinasti politik dalam pencalonan dirinya. Ia pun meminta agar warga tidak berprasangka dan menganggap, kemenangan atau kekalahan bisa terjadi dalam Pilkada 2020 mendatang.

Pada Pilkada taun ini, Gibran mencalonkan diri melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, dengan kondisi tersebut, muncul suara sumbang, adanya upaya menjaga dinasti politik, dengan status anak Presiden.

“Saya dalam pencalonan ikut kontestasi calon Wali Kota Surakarta 2020, bisa menang dan bisa kalah, serta bisa dicoblos bisa tidak,” kata Gibran disela menghadiri acara ‘Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas Gibran’ di Kampung Ngaglik, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (5/1/20).

Dia mengatakan, dalam pencalonan ikut kontestasi bisa menang dan kalah serta bisa dicoblos dan tidak. Ia ikut mencalonkan dan tidak ditunjuk oleh bapaknya untuk menjadi calon wali kota. Tetapi semuanya melalui proses transparan, terbuka, dan demokrasi yang ada. Jadi tidak ada yang namanya dinasti politik. Pasalnya, bila ada dinasti politik, dirinya tidak mungkin harus bekerja keras bertemu dengan masyarakat seperti ini.

“Saya melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti yang bakal calon lainnya, dan semuanya melalui proses demokrasi,” ujar Gibran.

Pada acara Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas Gibran di Kampung Ngaglik Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Solo tersebut dihadiri seribuan orang relawan warga setempat. Pada acara itu, juga dimeriahkan dengan kesenian Reog Ponorogo.

Menurut Gibran acara bertemu warga Mojosongo Solo merupakan kegiatan silaturahim dan umbul donga, dan bukan kampanye karena Pilkada masih lama waktunya pada Juni-Juli mendatang.

“Saya hadir di tengah masyarakat Mojosongo hanya untuk sowan atau bertemu silaturahim, sekaligus menerima masukan atau keluhan, kritikan dari warga setempat yang datang sangat antusias ini. Kalau ada keluhan yang bisa saya selesaikan sekarang bisa langsung, tetapi jika tidak bisa akan dicatat menjadi pekerjaan rumah saya,” tutur Gibran.

Menurut Gibran jika ada warga yang bertanya-tanya soal Gibran apakah jadi mencalonkan diri Wali Kota Surakarta atau tidak, jawabannya jadi dan serius.

Gibran menjelaskan dirinya sudah mendaftarkan diri melalui DPD PDIP Jateng pada tanggal 12 Desember 2019. Selain itu, ia sudah melalui uji kepatuhan dan kelayakan (fit and proper test) pada dua minggu yang lalu. Semua tahapan dan proses sudah dilalui, dan kini sedang menunggu hasil rekomendasi dari DPP PDIP.

“Jadi selama dua bulan terakhir ini, saya blusukan bertemu dengan warga, dan sowan dengan para tokoh-tokoh atau sesepuh, serta para kiai untuk menerima masukan-masukan atau keluhan di kampung setempat,” ucapnya.

Menurut Gibran dari kegiatan blusukan tersebut sudah menghasilkan yang positif. Hasil survel internal PDIP elektabilitasnya sudah cukup ada peningkatan. Hal ini, membuat dirinya bakal lebih giat lagi bekerja keras untuk warga. (top/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *