Hanya Karena Ngompol, Seorang Ibu Tega Bunuh Balita 2 Tahun

IMPERIUMDAILY.COM-KUPANG – Kepolisian Resor Kupang Kota menangkap Adriana Lulu Djami (33) seorang ibu rumah tangga yang membunuh anak perempuannya yang masih berusia dua tahun.

Ibu ini sungguh tega membunuh anaknya hanya karena korban buang air kecil di kasur. Perbuatan ini tak boleh ditiru.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manase Jaha kepada Antara di Kupang, Jumat 3 Januari 2020 mengatakan, pelaku diamankan oleh kepolisian setelah diketahui hendak menguburkan anaknya itu. Adriana hendak menguburnya di jalur hijau Jalan Adi Sucipto Kelurahan Penfui Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

“Pelaku ditangkap oleh anggota POM AU antara lain Serda Helman, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan saat mereka sedang berpatroli di kawasan itu,” katanya.

Perbuatan pelaku ini diketahui setelah ketiga anggota POM AU melihat sebuah kendaraan beroda dua sedang parkir di pinggir jalan. Seketika mereka bertiga memeriksa, ketiganya menemukan pelaku sedang berusaha menguburkan sesuatu yang dibungkus dengan kain.

Saat diperiksa ternyata jasad seorang anak. Setelah dicari tahu, jazad bayi itu masih berusia dua tahun yang tak lain adalah anak kandung Adriana sendiri.

Pelaku langsung dibawa ke pos POM AU. Sementara anggota TNI AU menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku.

Adriana diketahui seorang ibu rumah tangga yang tinggal di rumah kos Jalan TTU Uki Tau RT 042 RW 002, Kelurahan Liliba Oebobo, Kota Kupang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, pelaku mengaku Kamis 2 Januari sekitar pukul 21.00 WITA, pelaku pergi ke tempat kejadian untuk menggali tanah dan mempersiapkan segala perlengkapan untuk menguburkan korban.

Selesai menggali dan mempersiapkan semua, pelaku kembali ke kos dan pada pukul 22.00 WITA, pelaku membawa korban yang tak bernyawa untuk dikuburkan di tempat yang sudah disiapkan tersebut.

Pelaku sendiri membunuh korban dengan cara membenturkan kepala korban secara berulang-ulang. Sehingga korban mengalami luka pada bagian kepala,dan sempat panas tinggi dan kejang-kejang dan akhirnya meninggal.

Pelaku menelpon suaminya dan saat suaminya tiba, pelaku disuruh suaminya untuk menguburkan di lokasi penghijauan.

Hasri menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap keduanya, kedua sudah menikah siri sejak tahun 2016. Pelaku adalah istri keduanya. (ant/yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *