Harga Emas Melonjak di Tengah Ancaman Perang Teluk III

NUSADAILY.COM – CHICAGO – Setelah ketegangan Amerika Serikat dan China, kini konflik kawasan bertambah dengan adanya ketegangan di kawasan Teluk yang dipicu oleh Amerika Serikat melalui serangan udara yang dilancarkannya membunuh komandan Pasukan Quds Iran Qassem Soleimani.

Sejumlah negara mewaspadai kemungkinan Perang Teluk jilid III. Hal itu pula yang membuat kondisi ekonomi global kembali meriang.

Harga Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, misalnya, melonjak lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan hari Jumat (3/1/2020), di tengah ketegangan tinggi di Timur Tengah setelah pembunuhan seorang komandan tinggi Iran tersebut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik 24,30 dolar AS, atau 1,59 persen menjadi menetap di 1,552.40 dolar per ounce.

Serangan udara AS di Baghdad yang menewaskan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran telah secara dramatis meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington. Iran telah bersumpah untuk membalas dendam.

“Situasi panas itu secara signifikan mendorong emas sebagai safe-haven,” kata analis pasar.

Sementara itu saham-saham di AS diperdagangkan melemah tajam pada hari Jumat (3/1) karena investor khawatir tentang risiko geopolitik di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 200 poin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mengikuti kejatuhan Dow. Turunnya saham acuan juga telah mendorong pembelian aset yang aman.

Logam mulia lainnya, perak Maret naik 10,5 sen atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 18,151 dolar AS per ounce. Platinum April naik 5,30 dolar AS atau 0,54 persen menjadi 990,30 dolar AS per ounce.

Sejumlah negara cemas dengan kondisi di Teluk. Belanda pada Jumat meminta semua warga negaranya meninggalkan Baghdad setelah komandan militer Iran Qassem Soleiman terbunuh di Irak. Kementerian Luar Negeri Belanda meminta warga negara Belanda untuk meninggalkan Baghdad “jika hal itu memungkinkan dengan cara yang aman.”

“Kerusuhan dan kekerasan telah meningkat di Baghdad, dan di sekitar bandar udara. Situasinya sulit diramalkan,” kata kementerian Belanda dalam pernyataan.

Washington juga sebelumnya meminta warganya keluar dari Irak setelah Teheran mengancam akan melakukan pembalasan atas serangan Amerika Serikat yang membunuh Soleimani, sang komandan Pasukan Quds dan arsitek pengaruh militer Iran yang meluas di Timur Tengah. Serangan udara AS itu menewaskan Soleimani serta seorang komandan milisi Irak di bandara Baghdad.

Juga pada Jumat, Prancis meminta warga negaranya di Iran untuk menjauhkan diri dari kegiatan di tempat umum.

“Tiga hari masa berkabung telah ditetapkan setelah kematian Jenderal Soleimani. Terkait dengan ini, kami mengimbau para warga negara Prancis untuk menghindari kegiatan berkumpul apa pun serta berhati-hati, bertindak bijaksana dan tidak mengambil gambar di tempat-tempat umum,” kata Kedutaan Prancis di Teheran dalam pernyataan di Twitter. (ant/gas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *