Survei NTU: 70 Persen Warga Jakarta Tak Takut COVID-19

كوفيد-19 جاكرتا

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Pandemi COVID-19 yang melanda dunia tak menakutkan bagi mayoritas warga DKI Jakarta.

Pakar sosiolog bencana Nanyang Technological University (NTU) Singapura Sulfikar Amir mengatakan, mayoritas warga DKI Jakarta percaya diri tak akan tertular COVID-19.

Hal tersebut terlihat dari hasil survei yang menunjukan 77 persen responden merasa risiko terjangkit COVID-19 sangat kecil. Survei yang dimaksud adalah survei yang dilakukan NTU bersama organisasi Lawan COVID-19

“Mereka menganggap risiko terjangkit COVID-19 itu sangat kecil. Pada level individu itu sekitar 77 persen menganggap tidak akan terkena COVID-19, sangat kecil kemungkinan untuk terkena,” ujar Sulfikar dikutip nusadaily.com dari Kompas.com

Sulfikar mengungkapkan hal itu dalam sebuah webinar, Minggu 5 Juli 2020.

Begitu juga pada level tertular dengan orang terdekat mereka seperti keluarga. Sulfikar menjelaskan, responden menganggap kemungkinan kecil tertular dari keluarga atau orang terdekat.

“Pada level orang sekitar (terdekat), itu sama angkanya sekitar 76 persen menanggap kemungkinan sangat kecil,” tutur Sulfikar.

Angka yang hampir sama juga terlihat dari jawaban responden ketika ditanya seberapa besar kemungkinan orang di lingkungan seperti tetangga dan tempat tinggal menularkan COVID-19.

“Itu relatif tinggi 70 persen kemungkinan tertular sangat kecil,” kata dia.

Tentunya hasil responden tersebut, kata Sulfikar, memiliki pengaruh pada perilaku masyarakat Jakarta yang mungkin sudah menerapkan protokol kesehatan. Tapi kurang waspada karena merasa kecil kemungkinan bisa tertular.

Kepercayaan diri masyarakat Jakarta yang merasa tidak akan tertular COVID-19 tersebut, kata Sulfikar, bisa jadi diakibatkan karena banyak dari mereka tidak mengetahui orang di sekitar lingkungan mereka yang pernah terkena COVID-19.

Sebanyak 94 persen responden menjawab tidak kenal orang yang pernah kena COVID-19. “Jadi mayoritas orang di Jakarta, itu bisa jadi persepsi itu (kemungkinan kecil tertular) karena tidak pernah melihat orang di sekitar terkena COVID-19,” kata dia.

Libatkan 154.471 Responden

Sebagai informasi, survei tersebut dikeluarkan oleh Social Resiliene Lab Nanyang Technolgical University Singapura bersama organisasi Lapor COVID-19. Periode pengumpulan data 29 Mei-20 Juni 2020 di wilayah DKI Jakarta.

Metode yang digunakan merupakan Quota Sampling dengan variable penduduk per kelurahan dan menggunakan metode analisis formula spearman rho untuk mengukur korelasi variabel dan faktor demografi DKI Jakarta.

Jumlah responden terkumpul 206.550 dan dinyatakan valid sebanyak 154.471 responden.

Jumlah akumulatif pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta adalah 12.295 orang. Dari angka tersebut, jumlah pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh adalah 7.663 orang. Meninggal dunia berjumlah 658 orang. Kemudian, 584 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.390 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. (yos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *