Ibu Adalah Sekolah Pertama Generasi

CAHAYA FAJAR 83

Oleh: Akhmad Muwafik Saleh

“Jika sekolah (guru) sudah rusak akhlaqnya, lalu bagaimana dengan nasib murid-muridnya”

Ibu adalah wanita pertama yang berinteraksi dengan seorang anak sebelum yang lainnya. Selama 9 bulan 10 hari seorang anak berada dalam rahim ibunya, kemudian selama 2 menyusuinya dan selama 5 tahun (balita) hingga lebih kurang usia 12 tahun secara intensif berinteraksi dengan seorang ibu. Inilah pendidikan pertama yang dinikmati oleh setiap anak di awal-awal perjalanan kehidupannya. Ibu kita mengajari banyak hal pada masa keemasan otak kita itu (golden age), mulai dari pengenalan benda-benda, nama-nama, termasuk nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, pengabdian dan sebagainya. Demikian pula pada saat itu tanpa sadar kita juga bisa jadi diajarkan akan ketidakjujuran, marah, putus asa dan sebagainya, semua itu diajarkan tanpa sadar pada diri kita melalui proses alamiah interaksi keseharian.

Bahkan jauh sebelum lahir pun seorang anak sebenarnya telah belajar dari seorang ibu saat masih dalam kandungan (pra natal) sehingga suasana psikologis dan sikap seorang ibu saat hamil itu semuanya terekam dengan baik dalam proses pembentukan otak anak.
Sehingga wajarlah jika wanita atau ibu adalah sekolah pertama bagi manusia.

Wanita menjadi tiang dari sebuah bangunan negara karena peran strategisnya dalam melahirkan, mendampingi dan mendidik generasi. Dari merekalah lahir para tokoh yang akan mengelola suatu negeri, baik buruknya kualitas pikiran dan akhlaq suatu generasi akan sangat dipengaruhi bagaimana kualitas wanitanya. Jika para ibu atau wanitanya yang melahirkan generasi adalah para wanita yang baik lagi solihah maka tentulah generasi yang dilahirkan akan memjadi terbaik pula karena didampingi dengan pendidikan yang baik sejak dini.

Sehingga generasi sejak awal proses kehamilan, kelahiran, masa kanak-kanak hingga memasuki masa remaja telah didampingi dengan budaya akhlaq dan nilai-nilai terbaik yang selalu di dengungkan dalam benak anaknya, mereka tentu mengajarinya kejujuran, ketangguhan dan ketabahan, komitmen kebenaran, kesabaran, kepedulian dan perhatian atas kebaikan serta nilai kebaikan lainnya. Sehingga sudah barang tentu generasi yang terlahir adalah generasi terbaik, sekiranya kelak mereka mereka menjadi pemimpin yang mengelola negeri, maka nilai-nilai kebaikan dan kebenaran itulah yang akan dijadikan landasan mereka bertindak dan bersikap.

Begitu pula sebaliknya, jika para wanitanya telah rusak maka akan lahir dari mereka generasi yang rusak pula, jelek akhlaqnya, kebohongan dan ketidakjujuran terjadi dimana-mana karena wanitanya yang melahirkan generasi tanpa sadar telah meresonansikan kejelekan itu pada generasinya semenjak dalam kandungan hingga masa keemasan otak dari para generasinya.
Sedemikian penting dan strategisnya peran seorang wanita atas wajah masa depan sebuah generasi, bangsa dan peradaban ummat manusia, maka sehingga Allah swt memberi nama salah satu surat dalam Alqur-an dengan nama “An Nisa’ yang berarti perempuan atau wanita”. Surat yang ke 4 dalam alquran. Surat an nisa ini diawali dengan uraian tentang hubungan silah ar rahim, dalam surat ini juga banyak berisikan aturan hukum tentang perempuan antara lain pernikahan, anak-anak wanita.

Bahkan sedemikian pentingnya persoalan wanita ini hingga Rasulullah saw berwasiat tentang urusan wanita ini agar berlaku baik padanya dan mengajari dengan baik. Sebagaimana dalam sabdanya:

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَمُوسَى بْنُ حِزَامٍ قَالَا حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ مَيْسَرَةَ الْأَشْجَعِيِّ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

“Telah bercerita kepada kami Abu Kuraib dan Musa bin Hizam keduanya berkata, telah bercerita kepada kami Husain bin “Ali dari Za’idah dari Maisarah Al Asyka’iy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Nasehatilah para wanita karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya, jika kamu mencoba untuk meluruskannya maka dia akan patah namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasehatilah para wanita”. (H.R. Bukhari)

Karena itulah, wajah suatu generasi dan bangsa di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh bagaimana wanitanya saat ini. Karena merekalah tempat pertama para generasi belajar dan disanalah tiang sebuah negara itu tegak.

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *