Merdeka Dari Kebodohan

Oleh: Faisal Ahmad Romdhoni

Kemerdekaan adalah cita-cita semua bangsa di dunia. Di Indonesia, kemerdekaan biasanya diperingati dengan pengibaran bendera dan kirim doa untuk para pejuang kemerdekaan. Dirayakan dengan berbagai festival dan banyak lomba.

Lalu, apa sebenarnya makna kemerdekaan bagi kita sebagai generasi penerus dan pewaris bangsa. Apa yang harus kita lakukan setelah euforia kemerdekaan yang diperingati setiap bulan Agustus ini ? Kemerdekaan diambil dari kata merdeka sendiri bermakna bebas, independen. Artinya tidak ada penindasan dari bangsa/orang lain. Lalu, sudahkah dirimu merdeka ?

Kemerdekaan diri sendiri tidak akan bisa diraih jika kita masih nyaman dalam kebodohan. Kebodohan adalah sumber bencana bagi orang itu sendiri dan bangsanya. Seperti bait pada kitab Alala karangan Al-Zarnuji “Tuntutlah ilmu, karena ilmu adalah perhiasan bagi pemiliknya, dan menjadi keutamaan serta tanda segala hal yang terpuji”.

Maka pendidikan itu sangat penting bagi semua manusia. Bila kita sudi melihat para tokoh kemerdekaan Indonesia, tidak ada tokoh yang tidak berpendidikan. Seperti Bung Karno yang merupakan insinyur lulusan  Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB).

Sang Proklamatoraktif dalam organisasi Tri Koro Dharmo

Selain mengenyam perguruan tinggi masa muda Sang Proklamator juga aktif dalam organisasi Tri Koro Dharmo yang fokus pada  kesenian, bahasa nasional dan pengetahuan umum. Presiden pertama Indonesia ini juga aktif menulis, beberapa buku karangan beliau di antaranya adalah Lahirnya Pancasila (1945), Indonesia Menggugat (1951), Sarinah (1951), Dibawah Bendera Revolusi (1959).

Kemudian ada juga Bung Hatta yang pernah sekolah di Handels Hogeschool Belanda. Selain sekolah formal beliau juga pernah berguru kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad dan beberapa ulama lainnya. Beliau juga aktif dalam organisasi Perhimpunan Indonesia.

Selain beliau berdua masih banyak pejuang dan pahlawan kemerdekaan lainnya yang tentunya juga menempuh pendidikan dan mempunyai Ilmu. Tanpa orang-orang berilmu itulah tidak mungkin Indonesia mencapai kemerdekaan yang kita nikmati sekarang.

Penindasan akan selalu ada selama sifat serakah manusia masih ada. Dalam berbagai sejarah tercatat orang-orang yang tertindas adalah mereka yang menanggung kebodohan dan mengalami pembodohan. Maka kebodohan berpotensi menimbulkan penindasan. Mari kita memerdekakan diri kita dengan semangat mencari ilmu.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *