Umur yang Berkualitas

wanita generasi

CAHAYA FAJAR 84

Oleh: Akhmad Muwafik Saleh

Allah swt memberikan informasi kepada kita bahwa sesungguhnya manusia pada dasarnya merugi dalam kehidupan ini khususnya dalam perjalanan waktu yang telah dilaluinya. Allah swt berfirman:

والعصر إن الإنسان لفي خسر. إلا الذين امنوا وعملوالصلحت وتواصوابالحق وتواصواباالصبر

“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (q.s. al ashr: 1-3).

Umur Yang kita lalui akan menjadi berkualitas apabila diri kita memiliki keteguhan keyakinan yang menjadi dasar membangun prinsip dalam menjalani kehidupan sehingga mampu menjadi pribadi yang memiliki karakter yang khas.

Sehingga kualitas umur kita tidaklah ditentukan oleh banyaknya waktu yang telah dilewati oleh seseorang melainkan pada seberapa efektif waktu yang kita lewati tersebut memberikan banyak kebaikan dan kemanfaatan.

Banyak kebaikan berarti tindakan yang dilakukan mendasarkan pada nilai kebaikan dan kebenaran serta mampu menjadikan diri kita lebih baik dan berkualitas inilah yang disebut amal sholih.
Serta banyak memberikan kemanfaatan bagi orang lain dengan cara saling mengingatkan diantara mereka agar bisa berlomba-lomba melakukan kebaikan dan bersabar baik dalam menghadapi persoalan ataupun bersabar dalam melaksanakan kebaikan demi kebaikan.

Nilai suatu umur manusia tidaklah ditentukan oleh banyaknya melainkan seberapa besar nilai kemanfaatan yang dilalui oleh seseorang dalam perjalanan usia itu.

Sebagaimana Nabi bersabda bahwa :

خير الناس أنفعهم للناس

“Sebaik-baik manusia adalag yang memberikan banyak kemanfaatan bagi manusia lainnya”

Batasan kemanfaatan itu sangatlah beragam macam tergantung pada kemampuan yang dimilikinya. Seseorang yang mungkin hanya memiliki kemampuan suara melalui lisannya bisa memberikan kemanfaatan melalui lisan itu. Apakah dengan cara saling mengingatkan dengan berbagai pendekatan.
Seseorang yang mungkin memiliki kemampuan dengan tangannya dapatlah memanfaatkan kemampuannya itu mungkin melalui tulisannya. Seseorang yang memiliki kemampuan dengan kompetensi lainnya dapatlah dimanfaatkan dengan segala macam kemampuan itu.

Pada prinsipnya pergunakanlah seluruh kemampuan kita untuk memberikan kemanfaatan pada manusia dan lingkungan sekitarnya. Itulah manusia yang terbaik dalam perjalanan waktunya. Wallahu a’lam

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *