Wanita Adalah Cermin Generasi

wanita generasi

CAHAYA FAJAR 86

Oleh : Akhmad Muwafik Saleh

Wajah generasi di masa yang akan datang dapat dilihat dari bagaimana akhlaq para wanitanya disaat sekarang ini. Sebab para wanita, perempuan adalah ibu dari suatu generasi, merekalah yang akan melahirkan dan membesarkan generasi.

Pendidikan dan interaksi generasi paling banyak dan paling lama bersama seorang ibu. Sementara ayah, bapak karena kesibukannya dalam bekerja mungkin memiliki keterbatasan pertemuan dengan anak. Hal ini tentu berbeda dengan kelonggaran waktu yang dimiliki oleh seorang ibu, dia berinteraksi semenjak dari kandungan hingga proses membesarkan anak (terlepas seorang ibu yang juga bekerja ataupun meniti karier). Kalaupun seorang ibu juga nemiliki kesibukan di luar rumah dan kemungkinan peluang asuh anak diserahkan dan dititipkan pada baby sister (pembantu rumah tangga) maka kebanyakan mereka juga adalah seorang perempuan. Sangat jarang kita jumpai dari mereka adalah laki-laki. Sehingga praktis yang banyak berinteraksi dengan seorang anak adalah perempuan.
Sehingga anak sebagai calon generasi banyak belajar dari para wanita atau perempuan tersebut. Maka, menjadi layak bahwa peran strategis untuk membentuk karakter generasi adalah para wanita.

Alangkah beruntungnya jika anak-anak sebagai calon generasi diasuh, dididik dan dibesarkan oleh wanita yang solehah, yang taat pada Allah, maka pastilah budaya yang di bangun pada diri anak tentu juga bernilai kepatuhan dan kesolehan. Dan Alangkah ruginya jika para wanitanya yang mendampingi generasi adalah wanita yang jauh dari kesolehan diri.
wanita dan akhlaq ibarat dua belah mata uang. Keduanya menjadi tiang penyanggah suatu bangsa. Jika keduanya sama-sama baik maka pastilah bangsa itu menjadi baik, sebaliknya jika salah satu dari keduanya ataupun bahkan kedua duanya buruk maka bangsa tersebut tinggal menunggu kehancurannya. Karena bangunan akhlaq seringkali tampak dari penampilan para wanitanya. Sebab wanita memiliki penampilan yang khas dalam bingkai aturan atau hukum Allah seperti pemakian jilbab, hijab dan sebagainya untuk menutupi auratnya sebab seluruh tubuh wanita adalah aurat selain wajah dan telapak tangan, demikian menurut jumhur ulama.

Namun betapa banyak wanita yang kemudian menolak perintah dan aturan itu bahkan mereka melakukan pembangkangan dengan membuka aurat secara terbuka. Sementara dari merekalah kemudian banyak berbagai sumber kemaksiatan. Sebab suatu kaidah menyatakan bahwa apabila aturan Allah itu diterapkan maka akan membawa dan membuat kemashlahatan sebaliknya setiap larangan Allah pasti akan membuat kemudharatan bagi manusia.

Demikian, disaat Allah menetapkan banyak aturan bagi wanita, mulai menutup aurat hingga pola hubungan dan interaksi dalam kegiatan sosial atau yang lebih luas lagi maka hal itu akan membawa kebaikan, kemashlahatan bagi ummat manusia. Sebaliknya juga demikian.
Untuk itulah mendidik generasi haruslah dimulai dari mendidik akhlaq para wanitanya agar lahir generasi terbaik yang Allah memuliakannya.

Sehingga pantaslah Rasulullah saw berwasiat agar memperlakukan wanita dengan baik agar mereka kemudian mau melakukan banyak kebaikan sehingga generasi setelahnya bersedia mencontoh kebaikannya itu.
Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِي جَارَهُ وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Nashr Telah menceritakan kepada kami Husain Al Ju’fi dari Za`idah dari Maisarah dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan juga kepada hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Pergaulilah wanita kaum wanita dengan baik, sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesuatu yang paling bengkok yang terdapat tulang rusuk adalah bagian paling atas. Jika kamu meluruskannya dengan seketika, niscaya kamu akan mematahkannya, namun jika kamu membiarkannya maka ia pun akan selalu dalam keadaan bengkok. Karena itu pergaulilah wanita dengan penuh kebijakan.”

Untuk itu Rasulullah memberikan perhatian pada diri kita agar mengajari, mendidik dan mempersiapkan anak-anak perempuan kita dengan nilai pengajaran yang terbaik. Sebagaimana dalam sabda nabi:

من يلى من هذه البنات شيأ فأحسن إليهن كن له سترا من النار

“Barang siapa yang diuji dalam urusan anak-anak perempuan, lalu dia berbuat ihsan (baik) kepada mereka, maka mereka akan mejadi tirai bagibya dari neraka” (HR. Bukhari muslim)
Dalam hadist yang lain:

أيما رجل كانت عنده وليدة فعلمها فأحسن تعليمها وأدبها فأحسن تأديبها ثم أعتقها وتزوجها فله أجران…

“Barang siapa yang mempunyai budak perempuan, lalu dia mengajarnya dengan baik dan mendidiknya dengan baik kemudian memerdekakannya dan mengawininya, maka baginya dua pahala…. (HR. Bukhari)

Abdul halim abu syiqqah dalam bukunya yang berjudul tahrirul mar’ah fii ashri arisalah ( terj: kebebasan wanita, pent GIP, jkt: 100, th. 1990) mengatakan jika seorang muslim dihimbau untuk mengajar dan mendidik budak perempuannya dengan baik, maka mengajar dan mendidik putrinya sendiri dengan baik tentu lebih waib dan lebih utama.

Sebaik baik hal yang dijadikan bekal hidup adalah akhlaq yang baik dan ilmu yang bermanfaat.
Hal ini karena dengan akhlaq yang baik maka akan menjadi contoh kebaikan bagi generasi yang akan dilahirkannya.

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *