Ketua SPSI Jatim: Aksi Buruh Disusupi Perusuh Anak di Bawah Umur

IMPERIUMDAILY.COM- SURABAYA – Aksi demo buruh di Kantor Gubernur Jl Pahlawan, disusupi pengonar dan provokator. Ironisnya, provokator itu masih usia anak anak di bawah usia 17 tahun.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyesalkan aksi perusakan sejumlah fasilitas umum di Kota Surabaya.

Di depan Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, anggota Sekber Gresik malah terkena lemparan batu oleh penyusup yang ternyata anak anak remaja di bawah umur.

“Saya atas nama Ketua SPSI Jatim menyesalkan adanya tindakan perusakan oleh remaja di bawah umur menyusup di aksi demonstrasi buruh dan pekerja di Jatim. Itu di luar perkiraan kami,” ujarnya.

Namun berkat kesigapan Polri terutama Polda Jatim, pihaknya mewakili rakyat buruh dan pekerja se Jatim mengapresiasi dan terima kasih atas pengamanan demonstrasi buruh yang digelar Kamis (8/10/2020) hari ini berjalan kondusif.

Sayangnya, aksi kondusif itu dinodai oleh ulah para remaja dan anak di bawah umur melakukan penyusupan, provokasi melempari petugas dengan batu dan botol.

“Saya atas nama Ketua SPSi Jatim, mewakili rakyat buruh dan pekerja di Jatim meminta Pemerintah mencabut UU Omnibus Law. Ini peristiwa langka di Indonesia, seluruh buruh dan pekerja berkumpul. Baik kelas menengah, dan kecil menyuarakan pencabutan Omnibus Law kompak. Atas nama Ketua SPSi Jatim mengapresiasi setinggi tingginya di Jatim,” ujarnya.

Pengamanan Polda Jatim Sudah Maksimal

Kata Fauzi, pengamanan dan layanan Polda Jatim luar biasa. Inovasi – inovasi pengamanan dan fasilitas diberikan terbaik oleh Polda Jatim kepada masyarakat pekerja dan buruh yang demonstrasi.

“Terhadap insiden perusakan dan kericuhan itu di luar dugaan. Betapa tokoh buruh dan pekerja sangat menyesalkan atas insiden ini,” ujar Fauzi.

Sebelumnya, aksi pertama dilakukan di halaman gedung Dewan, tapi oleh kordinator aksi dipusatkan ke depan Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan.

Mereka, para buruh menginginkan heroisme penolakan UU Omnibus Law terinspirasi semangat juang pahlawan yang berkalang tanah di Tugu Pahlawan Surabaya.

Belum kelar persiapan aksi besar, serombongan anak anak di bawah usia berkaos hitam menyerbu masuk kerumunan pendemo. Tak selang berapa lama, mereka melempari polisi dengan botol air mineral, kayu, batu, dan pecahan keramik.

Akibatnya massa dipukul mundur. Aksi dihentikan. Massa buruh minggir. Provokator diciduk. Ironisnya ternyata masih remaja dan anak anak di bawah umur.

Aksi berlanjut di depan Grahadi Surabaya. Provokasi begitu cepat. Bom molotov dilempar. Meledak di dekat pos BPBD samping kiri Grahadi. Pagar kiri dan kanan dirobohkan. Semua lampu dan rambu dipecahkan.

Petugas dilempari gelas, batu, tongkat besi, dan benda keras lainnya. Polisi memecah massa. Massa mahasiswa terpecah ke arah kanan. Dan pengonar mayoritas anak di bawah umur berlari ke Jalan Pemuda. Ricuh. Gas air mata ditembakkan. Pendemo lari kocar kacir dengan mata perih.(ima/aka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *