Serapan Anggaran BKKBN Jatim Capai 70 Persen Selama Pandemi

IMPERIUMDAILY.COM – SURABAYA – Pandemi COVID-19 sangat  berdampak kepada pengelolaan anggaran pemerintahan. Salah satunya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, yang serapan anggarannya 2020 mencapai 70 persen.

Meski berbagai program kerja dan kegiatan tetap berjalan, namun volume dan teknis pelaksanaan di lapangan menjadi sangat berbeda.

Demikian disampaikan Sukaryo Teguh Santoso, Kaper BKKBN Jatim, usai acara “Pembinaan Pegawai & Optimalisasi Kegiatan/Anggaran di Masa COVID-19 Guna Mendukung Reformasi Birokrasi Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Tahun 2020” di ruang Lestari Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jl. Airlangga No. 31-33 Surabaya.

BACA JUGA: Tanda Tangani Deklarasi Damai, Kapolda: Tak Ada Toleransi Bagi Anarkisme !

Kata Teguh meski saat ini serapan anggaran baru mencapai 70 persen, namun dia optimis dengan program kerjanya hingga akhir tahun ini bisa tercapai 95 persen.

“Saat ini baru 70 persen dari 398 miliar di Jatim dan kita optimis 95 persen akan tercapai. Karena beberapa kegiatan yang sifatnya kontrak ini ada yang belum terbayar, ada yang belum selesai, ada yang selesai tapi belum ada pembayaran,” kata Teguh.

Sesuai kebijakan pemerintah dalam masa pandemi, BKKBN Jatim juga melakukan optimalisasi kegiatan yang dapat memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat antara lain optimalisasi melalui pengajuan pengelolaan anggaran silpa gaji yang mencapai 16 miliar rupiah untuk berbagai kegiatan pelayanan KB kepada masyarakat.

“Terkait dengan optimalisasi, di Jatim ini kurang lebih 16 miliar sisa gaji yang oleh kebijakan pemerintah bisa dioptimalkan untuk kegiatan lain sesuai ketentuan berlaku, kita sudah ajukan itu,” ujar Teguh.

Menurutnya, beberapa rincian dari sisa gaji tahun 2020 diantaranya berupa dana pensiun, pembayaran tunjangan kinerja dan THR.

Drop Out KB Naik

Ia mengatakan, selain serapan anggaran, pandemi juga berdampak pada jumlah angka kehamilan yang mengalami kenaikan 0,01 persen untuk periode Agustus – September serta kenaikan angka drop out (DO) peserta Keluarga Berencana atau KB dari 10,46 persen saat Agustus menjadi 11,93 persen pada September.

“Fenomena kehamilan di Jatim fluktuatif. Sekarang itu 2,85 persen bulan September, Agustus 2,84 persen. Ada kenaikan 0,01 masih diangka normal. Tapi angka drop out KB meningkat, September 11,93 persen dan 10,46 persen Agustus. Angka DO terus meningkat. Jangan sampai hamil yang tidak diinginkan, meski dibawah ambang target nasional tapi kalau tren-nya naik ada kecenderungan pasangan usia subur tidak mendapat pelayanan kontrasepsi,” urai Teguh.

BACA JUGA: 50 Persen Wilayah Jatim Berstatus Zona Risiko Rendah Covid

Di tempat yang sama Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono mengakui pandemi COVID-19 selain berpengaruh pada capaian kinerja juga terhadap serapan anggaran.

“Itulah yang kemudian melatar belakangi adanya optimalisasi. Dari kementerian keuangan sendiri, anggaran gaji yang istilahnya 01 yang dulu nggak boleh dipakai untuk yang lain sekarang diperbolehkan. Direvisi dalam rangka optimalisasi tadi untuk semula hanya untuk penanganan COVID-19,” kata Ari.

Selain anggaran gaji, ia menyampaikan bahwa revisi juga bisa dilakukan pada anggaran belanja modal dan lainnya. Menurutnya, hal ini agar anggaran yang tersisa bisa diserap untuk aspek yang lain karena penanganan COVID-19 membutuhkan biaya besar.

“Sejak dari awal seluruh kementerian, lembaga, pemda sudah refocusing untuk penanganan Covid. Tujuannya supaya terserap sesuai ketentuan disamping juga ekonomi ini bergerak karena adanya government spending,” ujar Ari.

Ia juga menanggapi tentang wacana atau rencana BKKBN menjadi koordinator dalam hal penanganan stunting.

“Stunting ini penanganannya sangat lintas sektoral. Karena kita penanggung jawab, kita harus mem-breakdown ke dalam beberapa kegiatan yang dilakukan oleh banyak lintas tadi. Saya sampaikan untuk perwakilan di Jatim harus bisa menerjemahkan apa yang dimaui pusat,” urainya. (ima/kal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *