Polisi Periksa Aktor Video Dugaan Menghina Cabup Situbondo Karna Suswandi

IMPERIUMDAILY.COM – SITUBONDO – Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo mengusut rekaman yang diduga bermuatan penghinaan terhadap calon Bupati Situbondo Karna Suswandi dengan memeriksa pemeran utama dalam video, yakni Eko Febrianto.

Kasus video berdurasi 3 menit 7 detik dengan latar sebuah ruangan karaoke di area bekas lokalisasi Gunung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo itu mencuat setelah dilaporkan oleh Dwi Dasa, warga Desa/Kecamatan Jangkar yang geram melihat ulah Eko.

BACA JUGA: Ramai Video Aktivis LSM Karaoke di Eks Lokalisasi Sebut Cabup Situbondo ‘Orang Pendek’

“Kemarin Eko Febrianto, orang yang ada di media sosial itu, sudah menghadiri panggilan kami,” terang Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agus Widodo pada Selasa, 22 Desember 2020.

Polisi juga memanggil dua orang teman terlapor, yaitu Hendriansyah dan Baim sebagai saksi. Namun, hanya masih seorang diantara saksi yang memenuhi panggilang penyidik.

“Hendriansyah hadir bersama Eko Febrianto, tapi Baim tidak hadir karena alasan tertentu,” beber Agus mengenai kehadiran saksi.

Agus menegaskan, langkah selanjutnya penyidik akan melakukan gelar perkara dengan meminta pendapat dari ahli bahasa, ahli hukum pidana, serta ahli khusus untuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kita akan hadirkan ahli bahasa Madura, karena dalam video itu pemerannya menggunakan bahasa Madura,” paparnya.

Lebih lanjut Agus menambahkan, jika sampai isi video dinyatakan terkorelasi dengan pelanggaran pidana, maka terlapor Eko dan kedua rekannya bisa dijerat dengan pada pasal 27 ayat (3) UU ITE yang ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.

Sebelumnya, beredar video yang dibuat Eko dan beberapa temannya saat berkaraoke, namun diselingi dengan perkataan-perkataan bermuatan bullying verbal yang menjurus body shaming kepada Karna Suswandi.

Eko disinyalir sengaja berulah demikian lantaran kesal dengan perolehan suara Karna Suswandi yang unggul dalam Pilkada Situbondo. Pasalnya, pria yang yang mendapuk dirinya sebagai aktivis LSM Siti Jenar itu sendiri mengindikasikan dukungannya kepada calon lain seperti dalam sejumlah video miliknya.

Karna Suswandi disebut Eko sebagai orang yang memiliki fisik dengan tinggi badan dibawah rata-rata, bermuka jelek, dan tidak cerdas, sembari menantang memperkarakannya ke polisi.

“Salam buat Situbondo dari Eko, LSM Siti Jenar. Selamat punya Bupati pendek, kothet, jubek, gendeng (cebol, jelek, gila). Aku yang bilang. Semua kuasa hukum tim advokasi silakan laporkan saya. Dan untuk calon Bupati, saya tunggu di kasus Bogem,” ucapnya.

Penyebutan Bogem sepertinya merujuk pada PT Bondowoso Gemilang, sebuah BUMD milik Pemkab Bondowoso yang sedang berperkara kasus korupsi. Di daerah itu, Karna Suswandi memang pernah meniti karir sebagai Kepala Dinas PU Pengairan sebelum terjun ke Pilkada di Situbondo.

Eko kemudian bersumpah akan memusuhi Karna Suswandi apabila menjabat kepala daerah. “Jek man nyaman deddih Bupati Situbondo, Billahi engkok mosona been (jangan enak-enak jadi Bupati Situbondo, Billahi saya musuhmu,” sambungnya.

Selanjutnya, dia bernyanyi karaoke dengan latar lagu ‘Bento’. Namun, beberapa kali ia menyebut nama Karna Suswandi dan mempelesetkan liriknya. “Orang memanggilku bos eksekutif.. tokoh papan atas… atas segalanya… Karna pendek,” teriak Eko dengan suara lantang.

Ia menunjukkan gayanya bernyanyi penuh semangat serta meminta kepada seseorang temannya yang merekam untuk menyebarluaskan video tersebut. “Share… share videonya,” pinta Eko. (fat/sut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *