Puluhan Fasyankes di Kota Malang Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19

IMPERIUMDAILY.COM – MALANG – Sebanyak 81 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) disiapkan untuk lokasi vaksinasi. Mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit (RS) hingga klinik.

“Vaksinasi nanti lokasinya ada di 16 Puskesmas. Sisanya, adalah rumah sakit dan klinik,” terang Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni, Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA: Hore, Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Kota Malang

Dia menguraikan, pada masing-masing puskesmas, mulanya ada dua vaksinator yang disiapkan. Namun, kali ini ditambah tiga orang. Sehingga jumlahnya menjadi lima orang vaksinator.

Sedangkan, untuk rumah sakit, yakni diutamakan dilayani di beberapa rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kota Malang. Diantaranya, RS Saiful Anwar, RSUD Kota Malang, RS Lavalette, RST Sorproen, RS Hermina, RSI Unisma dan yang lainnya.

“Dan di masing-masing rumah sakit nantinya juga sudah disiapkan vaksinatornya,” imbuh dia.

Perempuan yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Malang ini mengatakan, vaksin tersebut akan segera didistribusikan ke sejumlah fasyankes.

“Ada bermacam cara, ada yang dikirim, ada yang diambil (dari Kantor Dinkes Kota Malang),” papar dia.

Dia menambahkan, saat ini, jumlah dosis vaksin tahap pertama yang datang disesuaikan dengan jumlah tenaga kesehatan yang terverifikasi, yakni sebanyak 10.240. Terakhir, data yang terupadate, ada 13.615 tenaga kesehatan yang akan mendapatkan vaksinasi tahap awal.

“Kami tidak ingin ada tenaga kesehatan yang tertinggal. Batasnya, hingga tanggal 27 Januari 2021. Jadi, kemungkinan jumlahnya bisa bertambah,” kata dia.

Sementara, proses vaksinasi tahap kedua, akan dilakukan 14 hari setelah proses penyuntikan yang pertama.

“Proses vaksinasi tahap pertama nanti akan kami jadwalkan. Kemudian, setelah 14 hari, kami akan berkoordinasi dengan provinsi untuk mengirimkan vaksin tahap kedua,” imbuh dia.

BACA JUGA: Vaksinasi Tahap Awal Kota Malang Dimulai Kamis Besok – Imperiumdaily.com

Setelah proses vaksinasi terhadap sejumlah tenaga kesehatan, prioritas berikutnya adalah warga yang bekerja sebagai pelayan publik.

“Kalau untuk warga umum, jumlahnya masih sama, sekitar 571 ribu. Namun, data penduduk akan update terus. Tahapan (proses vaksinasi) akan dilakukan sesuai prioritas dari pusat,” pungkas dia.(nda/lna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *