Amerika Serikat Menyerukan Militer Myanmar Untuk Bebaskan Aung San Suu Kyi

IMPERIUMDAILY.COM – WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat  menyerukan militer Myanmar untuk membebaskan para pejabat Myanmar yang ditahan, termasuk Aung San Suu Kyi, dan mengancam akan adanya respons Washington atas dugaan kudeta di negara itu.

BACA JUGA: Pengamat Militer Minta Pemerintah RI Tak Anggap Remeh Temuan Drone di Sulsel – Nusadaily.com

Dilansir AFP, Senin (1/2/2021), Suu Kyi dan presiden Myanmar ditahan setelah beberapa minggu terjadi peningkatan ketegangan antara militer dan pemerintah sipil atas tuduhan kecurangan dalam pemilihan umum pada November 2020 lalu.

“Amerika Serikat menentang setiap upaya untuk mengubah hasil pemilu atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.

Kami “mendesak militer dan semua pihak lain untuk mematuhi norma demokrasi dan supremasi hukum, dan membebaskan mereka yang ditahan hari ini,” tambahnya.

BACA JUGA: Sutiaji Sebut, Banjir di Kota Malang Dipicu Sampah – Javasatu.com

Militer Myanmar pekan lalu mengisyaratkan pihaknya dapat merebut kekuasaan untuk menyelesaikan klaim penyimpangan. Dalam pemungutan suara, yang dimenangkan dengan mudah oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi.

Sebelumnya, Myo Nyunt. Juru bicara Partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) yang menaungi Suu Kyi dan kini berkuasa di Myanmar. Membenarkan kabar penahanan Suu Kyi oleh militer Myanmar.

Myo Nyunt menuturkan bahwa Suu Kyi dan beberapa tokoh senior pemerintahan lainnya ditahan di ibu kota Naypyitaw. Salah satu tokoh senior yang ditahan adalah Presiden Myanmar, Win Myint.

BACA JUGA: Penampakan Sepanjang Pesisir Pantai Kuta Sampah Berserakan – Imperiumdaily.com

Dia juga menambahkan bahwa beberapa menteri dari negara bagian besar di Myanmar juga ditahan oleh militer. “Militer tampaknya menguasai ibu kota sekarang,” imbuhnya.

Penahanan Suu Kyi

Lebih lanjut, Myo Nyunt juga menyatakan bahwa NLD menduga penahanan Suu Kyi dan tokoh senior ini merupakan bagian dari upaya kudeta oleh militer Myanmar.

“Dengan situasi yang kami lihat terjadi sekarang, kami harus berasumsi bahwa militer melakukan kudeta,” ujarnya seperti dikutip AFP.

Namun dalam siaran terbaru melalui Myawaddy TV, militer Myanmar tidak membahas soal tuduhan melakukan kudeta.

Penahanan Suu Kyi dan tokoh-tokoh pemerintahan Myanmar ini terjadi beberapa hari setelah ketegangan meningkat antara pemerintahan sipil dan militer Myanmar yang berpengaruh di negara itu. Militer Myanmar sebelumnya menyebut hasil pemilu November 2020 yang dimenangkan NLD, sarat kecurangan.(ros)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *