Di Jember Ada Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Gegara Tak Dibelikan Mobil

IMPERIUMDAILY.COM – JEMBER – Rubiati, perempuan berusia 54 tahun, warga Desa/Kecamatan Kencong bernasib sangat mengenaskan.

Wajah dan tangannya penuh luka akibat dianiaya oleh Kusdi Purnomo, lelaki yang 33 tahun silam dilahirkan dari rahim dan dibesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Luka-luka yang diderita Rubiati lantaran Kusdi, si anak kandungnya sendiri yang berlaku durhaka secara tega melayangkan bogem serta membenturkannya ke almari kaca.

Perilaku kalap penuh amarah Kusdi itu dipicu permintaan kepada Rubiati yang tidak kesampaian ingin segera dibelikan mobil.

Namun, sang ibu tetap saja diperlakukan dengan keji meski telah berkata jujur mengaku uangnya tak cukup jika dipakai untuk membeli kendaraan jenis roda empat.

Perilaku Kusdi yang kelewat batas akhirnya terpaksa oleh Rubiati dilaporkan ke polisi. Alasannya, Rubiati merasa sebagai ibu yang tersakiti sekaligus menjadi korban aniaya sedang menuntut keadilan.

Polisi menindaklanjuti pengaduan Rubiati dengan meringkus Kusdi dan menjebloskannya ke dalam sel tahanan sebagai tersangka tindak pidana penganiayaan.

Pelaku Sudah Mengakui

Selasa, 2 Maret 2021, Kanit Reskrim Polsek Kencong, AIPTU Iwan Iswahyudi menjelaskan bahwa perkara tersebut sudah cukup dua alat bukti untuk menjerat tersangka Kusdi. “Pelaku sudah kami bekuk dan dalam interogasi mengakui semua perbuatannya,” papar Iwan.

Adapun peristiwa penganiayaan terjadi pada Sabtu, 27 Pebruari 2021 akhir pekan lalu. Menurut Iwan, kronologisnya bermula dari hasrat tersangka meminta uang kepada korban dengan dalih meminjam. Tujuan tersangka memakai uang dari ibunya untuk membeli mobil.

“Pengakuan tersangka hendak meminjam uang ke ibunya untuk beli mobil. Si ibunya bukan tidak menuruti, namun diberitahu uangnya belum cukup,” Iwan mengisahkan kejadian.

Penuturan korban yang berkata apa adanya malah disambut emosional oleh tersangka. Padahal, tersangka selama puluhan tahun dihidupi korban, bahkan teap tinggal serumah kendati telah berkeluarga.

“Tersangka justru mengamuk dan berujung tindakan aniaya ke korban,” ulas Iwan yang tampak sangat kesal dengan perilaku durhaka tersangka.

Iwan menegaskan, tersangka Kusdi bakal dihadapkan kepada proses hukum dengan dijerat Pasal 351 tentang aniaya yang mengakibatkan luka-luka dengan ancaman 5 tahun penjara. (sut/aka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *