Huntara Semi Permanen Untuk Pengungsi Brau Kota Batu

IMPERIUMDAILY.COM-KOTA BATU- Bangunan  semi permanen didirikan bagi pengungsi di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu. Pendirian bangunan sementara semi permanen dilakukan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan dibantu berbagai instansi.

Tahap awal, hunian sementara (huntara) bermaterial papan triplek dan batang bambu itu dibuat tiga unit. Selanjutnya, akan diteruskan penambahan huntara oleh instansi lain.

Koordinator Tagana Kota Batu, Simon Purwo Ali mengatakan, jumlah unit huntara yang akan dibangun untuk 16 KK yang mengungsi di tenda pengungsian. Dari 16 KK itu tercatat 53 jiwa yang mengungsi karena rumah yang ditinggalinya rawan ambles.
 “Jadi kami dari Tagana membuat tiga bangunan saja untuk langkah awal. Sisanya nanti dinas-dinas yang membangun secara serentak. Seperti dinas sosial dan lainya,” ujarnya dilansir Nusadaily.com

Selama sebulan para pengungsi ini menempati tenda pengungsian yang didirikan BPBD Kota Batu. Pendirian bangunan semi permanen agar para pengungsi lebih nyaman. Sembari menunggu proses relokasi hunian baru bagi pengungsi.

Sebelumnya, Pemkot Batu telah berupaya mencarikan lahan relokasi bagi 16 KK pengungsi Dusun Brau. Namun lahan relokasi itu tak mendapat rekomendasi dari BPBD Jatim karena masih berpotensi terjadi pergerakan tanah.

Menindaklanjuti hasil kajian BPBD Jatim, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menginstruksikan Camat Bumiaji dan Kepala Desa Gunungsari untuk menyurvei dua titik lokasi lain sebagai opsi penggantinya. Dua lokasi yang dilirik Pemkot Batu berada di lahan milik Perhutani. Ia mengatakan, dalam Permenhut, mengatur tentang penggunaan lahan Perhutani sebagai tempat relokasi bagi warga terdampak musibah.

“Setelah survei, diteruskan dengan komunikasi ke pihak Perhutani berkonsultasi regulasi dalam Permenhut,” kata Punjul.

Selain diperkenankan sebagai tempat relokasi, lanjut Punjul, dalam kebijakan itu juga menjelaskan, tak perlu ada ganti rugi terkait  relokasi ke lahan Perhutani.

“Sesuai dengan kebutuhan, lahan yang diperlukan minimal harus memiliki luas 1000 meter persegi. Serta, sesuai dengan keinginan warga, tempat relokasi harus tetap berada di Brau,” tandasnya. 

Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan mengatakan, hasil survei di dua lokasi yang telah ditentukan, selanjutnya akan diajukan ke BPBD Jatim. Itu untuk mengetahui tingkat kerawanan.

“Jadi, hingga saat ini untuk tempat relokasi warga yang terdampak longsor Dusun Brau masih dalam tahap proses,” terang Bambang. 

Para pengungsi juga enggan direlokasi ke luar Dusun Brau. Bagi warga, Dusun Brau tak hanya menjadi tempat tinggalnya. Namun juga menjadi tempat sandaran memenuhi kebutuhan hidup.

“Maka secara otomatis lokasinya masih tetap di Brau. Ini karena, mata pencahariaan warga ada di Dusun Brau. Dua lokasi itu masing-masing ada di Brau Atas dan Brau Bawah. Luas lahannya 6000 meter persegi, cuma yang dibutuhkan berkisar 1000 meter persegi,” ungkap Bambang. (wok/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *