NasDem Gelar Konvensi Capres Bersama, Tradisi Baru dan Ajang Beauty Contest Calon Pemimpin Bangsa

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Ardian Sopa, Peneliti LSI, Denny JA, memuji langkah Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, dan Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menyelenggarakan konvensi capres bersama yang rencananya akan digelar tahun 2022, mendatang.

Konvensi capres pernah dilakukan oleh partai golkar dan Demokrat pada pemilu sebelumnya, tapi waktu itu Golkar sendirian sehingga pemenang konvensi masih kebingungan karena Golkar tidak bisa mengusung calon pemenang konvensi karena kursi di DPR tidak cukup, kata Sopa.

BACA JUGA : Charles DPP NasDem: Doakan Saja Kemesraan Ini Langgeng

“Saya tidak tahu siapa yang memulai, dan saya juga tak ingin ikut berdebat siapa pemilik ide pertemuan itu. Tapi menurut saya pertemuan itu adalah creative collaboration, karena tak semua Ketum partai berkenan mengikat janji jauh sebelum perhelatan pemilu dilaksanakan,” kata Sopa.

Gelaran konvensi capres bersama ini akan semakin mencerahkan masyarakat dengan ide creative collaboration, ala Surya Paloh dan Airlangga ini. Namun demikian, komitmen kedua Ketua Umum ini harus benar-benar dijaga sehingga tidak ada dusta ditengah perikatan tersebut, katanya.

“Harapan saya konvensi ini melibatkan tim ahli dibidangnya, sehingga mampu menjadi penguji gagasan kaum profesional yang berkeinginan masuk ke dunia politik, atau orang partai yang bukan Ketua Umum, disamping konvensi ini membuka harapan baru kepada perbaikan perpolitikan nasional,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Khofifah Tanggapi Konvensi Capres NasDem dengan Senyuman

Kolaborasi Nasdem-Golkar dalam konvensi capres ini perlu digaungkan terus menerus sehingga mampu menarik semua kalangan untuk ikut berkontribusi sehingga pemenang konvensi adalah orang yang benar-benar mumpuni.

Sementara, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai rencana Partai NasDem menggelar konvensi calon presiden merupakan gagasan bagus untuk mencari figur alternatif yang akan maju di Pilpres 2024. Apalagi, NasDem menyatakan akan menggelar konvensi bersama koalisi demi memastikan pemenang konvensi mendapat tiket untuk diusung.

Keterbukaan Kandidat Nonpartai

“Saya kira ini bagus. Manuver baru dalam politik untuk menyediakan perahu politik bagi orang-orang yang bertanding melalui konvensi,” kata Adi, dikutip Nusadaily.com dari Tempo, Jumat, 26 Februari 2021.

BACA JUGA : Valentine Day, Saksi Kemesraan Golkar-NasDem di Pulau Kali Age, Kepulauan Seribu

Adi menilai konvensi itu juga menunjukkan keterbukaan NasDem terhadap kandidat nonpartai. Selama ini, kata dia, partai-partai cenderung menutup diri untuk mengusung calon dari luar dan mengunci posisi calon presiden atau calon wakil presiden dari internal mereka.

Partai besutan Surya Paloh itu disebutnya memulai tradisi yang baik lantaran akan mengupayakan koalisi. Demi terpenuhinya syarat 20 persen ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Berkaca dari pengalaman konvensi yang digelar partai politik sebelumnya, Adi menilai, janji NasDem ini komitmen yang baik dan harus terpenuhi.

“Jangan terulang pemenang konvensi tapi tidak diusung maju, kalau itu yang terjadi konvensi tidak akan ada artinya. NasDem harus menjamin pemenang konvensi minimal mereka usung,” kata Adi.

Konvensi calon presiden pernah diselenggarakan Partai Golkar menjelang Pilpres 2004 dan Partai Demokrat menjelang Pilpres 2014. Pemenang konvensi Golkar ketika itu adalah Wiranto, namun yang kemudian maju berpasangan dengan Salahuddin Wahid alias Gus Solah.

Adapun pemenang konvensi Demokrat ialah Dahlan Iskan. Meski begitu, Demokrat akhirnya ikut mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Pilpres 2014.

Sosok Baru Yang Bisa Menjadi Idola

Adi mengatakan dengan konvensi ini diharapkan muncul sosok-sosok debutan baru yang bisa menjadi idola. Ia membayangkan, nantinya konvensi akan diramaikan oleh banyak tokoh dari beragam kalangan. Mulai dari tokoh agama, kepala daerah, hingga pemimpin organisasi masyarakat.

Menurut Adi, konvensi akan menjadi semacam ajang unjuk diri bagi para figur yang berminat maju di Pilpres 2024. “Konvensi NasDem akan menjadi ajang beauty contest bagi kepala daerah, elite-elite yang belum dikenal publik, agamawan, tokoh masyarakat yang ingin maju,” ujar dia.

Partai NasDem sebelumnya mengumumkan rencana menggelar konvensi calon presiden pada tahun depan. Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate mengatakan konvensi ini akan bersifat inklusif alias terbuka bagi siapa pun.

Johnny juga menyebut partainya akan membangun koalisi terlebih dulu demi memastikan pemenang konvensi mendapat tiket untuk maju Pilpres 2024. “NasDem hanya akan melakukan konvensi dengan terlebih dahulu memastikan tiket presidential threshold terpenuhi,” kata Johnny dalam konferensi pers, Kamis, 25 Februari 2021.

Terpisah, Airlangga Pribadi Kusman S.IP, M.Si, Ph.D, Pengajar Departemen Politik, Unair, mengatakan,  ide merancang konvensi kandidat presiden dari Golkar dan NasDem adalah ide yang perlu diapresiasi agar aspirasi dari pemimpin kedepan tidak hanya berputar dikalangan elite saja.

Dalam menyongsong pergantian kepemimpinan presiden di 2024 dibutuhkan saluran-saluran politik yang lebih mendengarkan aspirasi dari kalangan masyarakat sipil. Hal ini penting untuk menjaga legitimasi atas tatanan demokrasi kita, kata Airlangga.

“Apabila kandidat presiden hanya dirancang diantara kalangan elite-elite politik oligarki maka yang terjadi adalah hilangnya antusiasme publik terhadap proses mekanisme kepemimpinan demokrasi, dimana apatisme akan berbuah pada pelemahan demokrasi kita,” katanya.

Sehingga yang perlu digarisbawahi adalah proses konvensi yang berlangsung benar-benar berjalan dengan aturan yang fair dan jangan sampai menghasilkan kandidat presiden yang elitis, bagian dari politik dinasti dan memiliki reputasi yang tidak baik terkait agenda pemberantasan korupsi, penguatan HAM dan demokrasi, imbuh Airlangga.(ark)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *