Banyak Warga Kota Malang Tak Punya Garasi, Fasilitas Umum Menjadi Parkir

IMPERIUMDAILY.COM – MALANG – Kendaran roda 4 atau mobil seiring perkembangan zaman menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat.

Selain untuk transportasi mobil juga menjadi simbol kemakmuran atas pencapaian karir ataupun kuantitas materil.

Jika dulu masyarakat punya tanah namun tidak punya mobil, sekarang berbeda cerita.

Warga yang mempunyai mobil bingung dengan lahan parkir.

Imbasnya, banyak warga parkir sembarangan. Bahkan di trotoar pinggir jalan raya atau di tempat fasilitas umum lainnya.

Permasalahan kekurangan lahan parkir ini akan menjadi perkara serius jika tidak ditanggapi dan diselesaikan dengan benar oleh pemerintah setempat.

Tidak terkecuali Kota Malang, ke depannya akan merasakan akibatnya. Saat ini banyak sekali warga Kota Malang yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan atau di fasilitas umum seperti lapangan.

Jalan Kota Malang Terkenal Sempit

Kota Malang yang terkenal dengan jalan yang sempit dan macet. Dengan prilaku parkir liar tersebut akan menambah permasalahan.

Salah satu fasilitas umum yang digunakan sebagai lahan parkir liar adalah lapangan yang terletak di Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru.

Lapangan yang terletak tepat di seberang jalan kantor Kelurahan Merjosari tersebut terdapat mobil lebih dari selusin terparkir berjejer.

Nampak beberapa mobil yang memang sudah lama terparkir dengan kondisi tak terawat dan berdebu.

Saat tim nusadaily menemui Kepala Kelurahan Merjosari (Abdullah). Ia mengaku bahwa selama ini pihak kelurahan sudah berusaha untuk mentertibkan agar warga tidak parkir di fasilitas umum tersebut.

“Sudah Mas, beberapa kali kami memasang plang dan tulisan agar tidak parkir di situ. Tapi mau bagaimana lagi kami juga kekurangan personil untuk mentertibkan” ujarnya saat ditemui di kantor Kelurahan Merjosari, Senin, (05/04/2021).

Lapangan Merupakan Fasilitas Umum

Abdullah juga menambahkan, bahwa parkir di lapangan yang merupakan fasilitas umum tersebut adalah bentuk toleran kepada warga agar tidak parkir di bahu jalan untuk mengurangi kemacetan.

“Toleran Mas kepada warga, dari pada parkir di bahu jalan justru menyebabkan kemacetan,” sambungnya.

Selain itu, ia berdalih jika lapangan paving itu adalah aset milik Pemerintah Kota Malang. Sehingga ia dan jajarannya perlu berkoordinasi dengan Pemkot dan LPMK guna pengelolaan lapangan tersebut.

“Itu aset pemerintah kota, jadi kami perlu berkoordinasi dengan pemerintah kota dan LPMK yang memang berhak atas aset itu” ujar Abdullah.

Ia juga menanbahakan bahwa pihaknya sering mengalami kesulitan untuk memindahkan mobil yang terparkir saat adanya kegiatan kelurahan. Karena ia dan jajarannya tidak mengetahui pemilik dari mobil yang terparkir.

“Kadang ya bingung, kalau ada acara ya sulit untuk memindahkan mobil. Karena juga gak tau siapa yang punya mobilnya. Kedepannya rencananya mungkin ada petugas yang menjaga dan perlu adanya pendataan siapa saja yang parkir di situ” tutupnya.(nd3/aka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *