Pria di Kediri Jual Istrinya Rp1 Juta, di Blitar Jajakan Siswi SMP/SMA Rp300 Ribuan

IMPERIUMDAILY.COM – KEDIRI – AN (42), pria asal Kediri diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang. AN diketahui menjual istrinya sendiri (MR) kepada pria hidung belang melalui media sosial Facebook, dengan tarif Rp1 juta.

“Ini TKP (tempat kejadian perkara) di salah satu penginapan di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Tersangka ini menjual istrinya kepada seseorang. Pelaku ini menawarkan jasa prostitusi melalui jejaring sosial Facebook,” kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, di Kediri, Selasa (6/4).

Menurutnya, AN, warga Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk itu mengaku terdesak kebutuhan ekonomi selama pandemi.

Mengambil jalan pintas, ia pun mengunggah dan menawarkan istrinya, yang dinikahinya sejak 11 September 2004, melalui media sosial untuk melakukan persetubuhan bersama-sama dengan tarif Rp1 juta.

Saat sang istri melayani lelaki lain, AN menunggu di kamar yang sama atau di dalam kamar mandinya. Transaksi itu sendiri sudah dilakukan sebanyak lima kali.

“Setelah kami tangkap dan periksa, sudah sekitar lima kali menjual istrinya kepada orang lain untuk melayani praktik prostitusi,” kata Lukman.

Saat digerebek, pelaku, yang berdomisili di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, itu tengah berada di kamar mandi di kamar yang sama dengan istri dan kliennya.

Penggerebekan di hotel di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, itu sendiri dilakukan pihaknya usai mendapat informasi soal penawaran jasa prostitusi tersebut.

Dari kamar tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yakni uang tunai Rp1 juta, telepon seluler, salinan surat nikah, serta alat kontrasepsi bekas. Semua barang bukti itu diamankan oleh petugas.

AN pun dijerat dengan Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang memfasilitasi perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman selama-lamanya satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp15 ribu.

Selain itu, ia dijerat Pasal 506 KUHP tentang mengambil keuntungan sebagai muncikari dengan ancaman kurungan penjara tiga bulan.

Perempuan di Blitar Jajakan Siswi SMP dan SMA

Pelaku prostitusi online Blitar dibekuk polisi, Rabu (7/4/2021) dihadapkan ke wartawan. Mereka jajakan pelajar SMP dan SMA tarif Rp 300 ribu.

Sementara BY (40), warga Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, dibekuk polisi terbukti menjadi pelaku prostitusi online dengan jajakan enam siswi SMP dan SMA dengan tarif Rp 300 ribu.

Baca Juga: Difitnah, Baby Shima Laporkan 2 Pengguna Twitter dan 1 Instagram

BY mengaku sudah setahun menjalankan bisnis prostitusi online tersebut. Awalnya para korban sendiri yang datang kepada dirinya dan minta dicarikan pelanggan. Alasannya, para korban tersebut ingin memiliki handphone baru namun tidak memiliki uang untuk membeli.

“Saya tidak memaksa. Mereka ingin punya handphone lalu minta dicarikan pelanggan. Saya sudah bilang tidak mau tapi mereka memaksa karena pengen handphone,” ujarnya BY. Ia berkisah soal prostitusi online kepada Nusadaily.com, Rabu 7 April 2021.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Berkedok Karaoke di Sidoarjo

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, siswi SMP dan SMA yang disewakan itu masih berusia 14–16 tahun.

Kasus prostitusi online ini terbongkar dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menggerebek sebuah kamar kos di Jalan Jawa Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

Baca Juga: Prostitusi Online Doraemon Mojokerto yang Jual Gadis Belia Akhirnya Terbongkar

Prostitusi Online Terbukti

“Nah, di tempat tersebut polisi menemukan pasangan laki-laki dan perempuan. Yaitu pria hidung belang dan seorang perempuan korban prostitusi,” jelasnya soal pelajar SMP dan SMA tarif Rp 300 ribu dijual.

“Kemudian setelah dilakukan penggeledahan juga ditemukan sejumlah barang bukti praktik prostitusi online tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga: KPAI: Prostitusi Online Libatkan Anak Butuh Penanganan Serius

AKBP Yudhi menjelaskan, para korban ditawarkan melalui pesan WhatsApp kepada para pria hidung belang. Setelah bertransaksi, baru mereka menentukan sendiri lokasi kencan. Ada yang di kosan adapula yang menyewa kamar hotel. Itu modus prostitusi online.

“Transaksi melalui WA, kemudian bisa datang ke kosan yang disediakan. Mucikari bisa juga dibawa ke tempat pelanggan,” tegasnya terkait prostitusi online.

Baca Juga: DKI Kerja Sama dengan Aparat Hukum Berantas Prostitusi Online

Kini BY harus mempertanggung jawabkan perbuatannya prostitusi online. Dia dijerat dengan pasal Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016.

Yakni tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Baca Juga: Miris, Wanita Dibawah Umur Asal Sidoarjo Dijual untuk Layani Threesome

Kemudian Pasal 296 KUHP tentang barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain.

Dan menjadikannya sebagai mata pencaharian atau kebiasaan diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan. Serta Pasal 506 KUHP tentang barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita. Itu ancaman dari prostitusi online.(tan/cak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *