Terpukau Panoram Alam di Dusun Gangsiran Puthuk, Wali Kota Batu Sentil Kereta Gantung

IMPERIUMDAILY.COM-KOTA BATU– Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko terpukau dengan panorama alam yang terhampar di Dusun Gangsiran Puthuk, Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu.

Letaknya yang berada di ketinggian menjadi lokasi yang pas untuk melihat pemandangan di bawahnya, dengan deretan rumah-rumah yang terlihat kecil dari kejauhan. Serta hijaunya pemandangan pegunungan berpadu dengan segar udara.

Sepintas, Dewanti kembali terpaut dengan megaproyek kereta gantung yang saat ini masih tahap kajian untuk direalisasikan di Kota Batu. Proyek ambisius ini digadang-gadang dapat memberi peningkatan taraf perekonomian bagi masyarakat.

“Pemandangan di Gangsiran Puthuk ini bagus sekali. Kalau ada kereta gantung bisa lebih pas melihat pemandangan di sini,” lontar Dewanti di depan para hadirin saat acara Silaturahmi Ramadan di Masjid Baitu Muslimin, Dusun Gangsiran Puthuk (Selasa, 27/4).

Dusun yang berbatasan dengan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini, merupakan salah satu titik yang rencananya akan dilalui kereta gantung. Dalam kajian yang dipaparkan PT INKA, rute proyek kereta gantung dibagi dua jalur yakni Kidul Brantas dan Lor Brantas. Kidul brantas meliputi Sengkaling, Jatim Park 3, Gangsiran Puthuk, Jatim Park 2, Kusuma Agrowisata, Gunung Seruk, Pos Pendakian Gunung Panderman, dan Gunung Punuk Sapi.

Sedangkan untuk rute lor brantas meliputi Selecta, Putuk Gendero, Puncak Kalindra, Coban Talun dan Bukit Jengkoang. Dimana kedua rute antara lor brantas dan kidul brantas ini tak terhubung.

Skema pendanaan rencana proyek kereta gantung terdiri dari 70 persen dari investasi asing dan 30 persennya konsorsium masyarakat maupun pinjaman bank. Dimana untuk total biaya pembangunan kereta gantung ini paling murah Rp 400 miliar hingga lebih dari Rp 1 Trilliun. Tergantung panjang rute yang akan dibangun nanti.

Pada kegiatan Silaturahmi Ramadan yang digelar Bagian Kesra itu, Dewanti juga menginformasikan layanan kesehatan gratis. Warga Kota Batu dapat mengakses layanan kesehatan gratis hanya berbekal KTP saja. Ia pun meminta kepada Kades Tlekung, Mardi untuk menyebarluaskan program ini. Layanan pengobatan gratis dengan KTP dapat diakses di puskesmas maupun rumah sakit.

Hanya dengan KTP Bisa Berobat Gratis

“Mohon untuk pak kades agar program ini disampaikan ke masyarakatnya. Hanya dengan KTP bisa berobat gratis ke puskesmas ataupun rumah sakit,” ujar dia.

Dalam kegiatan Silaturahmi Ramadan di Dusun Gangsiran Puthuk, Pemkot Batu melalui Bagian Kesra juga menyalurkan tali asih kepada 29 anak yatim dan 93 kaum dhuafa. Totalnya ada 122 penerima bantuan di Desa Tlekung yang masing-masing mendapat uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

“Ini bentuk fasilitas yang diberikan pemerintah. Mudah-mudahan bantuan ini, diibaratkan guyuran air di tengah kemarau,” sahut Dewanti.

Kabag Kesra Kota Batu, Hendri Suseno menjelaskan, program Silaturahmi Ramadan berbeda dengan kegiatan Safari Ramadan yang digelar pada tahun-tahun terdahulu. Jika sebelumnya kegiatan digelar dengan buka bersama dengan anak yatim dan kaum dhuafa. Kali ini hanya pemberian santunan dan ceramah agama dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia menuturkan penerima santunan mendapat uang tunai sebesar Rp 500 ribu. Bagian Kesra menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk mendistribusikan santunan kepada 4000 kaum dhuafa dan anak yatim piatu. Santunan itu akan disalurkan selama Ramadan.

‚ÄúTotal ada 4000 orang penerima dari kaum dhuafa dan yatim piatu. Penerima tersebar dari tiap desa/kelurahan yang ada di Kota Batu,” tutur Hendri.(wok/aka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *