Tidak Terima Diberitakan, Kades Meranti Paham Laporkan Wartawan ke Polres Labuhanbatu

IMPERIUMDAILY.COM – LABUHANBATU – Tindakan mengkriminalkan wartawan karena sebuah pemberitaan oleh oknum Kepala Desa baru kali terjadi di Kabupaten Labuhanbatu.

Edi Syahputra Ritonga wartawan media online Liputan Hukum dilaporkan ke Polres Labuhanbatu oleh Kepala Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu Sugeng Harianto dengan nomor STPL : LP/564/III/2021 /SPKT RES- LB pada Hari Kamis tanggal 18 Maret 2021.

“Aku dilaporkan karena ia tidak senang diberitakan dan merasa dicemarkan nama baiknya,” kata Edi Syahputra Ritonga kepada awak media ini, Rabu, (7/04/2021) di Rantauprapat seusai memenuhi panggilan dari penyidik Polres Labuhanbatu.

Menurut Edi, Kepala Desa Meranti Paham Sugeng Harianto merasa dicemarkan nama baiknya atas pemberitaannya yang berjudul, Terbukti Pungli Pemerintah Desa Meranti Paham Disarankan Kembalikan Uang ke Masyarakat.

“Padahal dalam beritaku itu narasumber yang mengatakan agar uang itu dikembalikan ke masyarakat Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rantauprapat. Hal itu dikatakan Kasi Intel kepada kami berdua. Saya dan rekan saya Dharma Bakti juga wartawan Media Online. Saat itu kami konfirmasi Kasi Intel bagaimana tindak lanjut laporan kami tentang dugaan pungli dana operasional transport bantuan sembako covid 19,” ujar Edi.

Masih kata Edi, jelas dalam pemberitaannya disebutkan oleh Kasi Intel Kejari Rantauprapat Syahroni ,menegaskan hal itu terbukti pungli dari hasil pemeriksaan inspektorat yang dimpahkan ke Kejaksaan Negeri Rantauprapat.

“Nah dia tidak terima atas judul berita itu dan saya pun dilaporkan ke Polres Labuhanbatu. Sedangkan secara implisit jelas perbuatan yang dilakukannya itu dikatakan Kasi Intel itu pungli dan atas perbuatannya itu ia hanya menerima sanksi administrasi yaitu mengembalikan uang yang ia kutip dari masyarakat,” terang Edi.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Agraria Bernat Panjaitan SH,M,Hum yang selama ini juga aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat diminta tanggapannya atas perusolan itu, mengaku sangat menyayangkan tindakan Kepala Desa Meranti Paham Sugeng Harianto yang berusaha mempidakan seorang insan Pers karena sebuah pemberitaan.

“Terkait persoalan pemberitaan dan merasa dirugikan nama baiknya sebaiknya gunakan hak jawab sebagaimana diatur di dalam Undang – Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Atau menyurati/melaporkan media tersebut ke Dewan Pers. Jangan terus berusaha mempidanakan seorang insan pers, apalagi dalam berita itu jelas ada narasumbernya,” sebut Bernat.

Ditegaskannya, di dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 menegaskan bahwasannya, Hak Jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

“Peraturan tentang hak jawab ini dimuat Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 dalam pasal 1, pasal 5, pasal 11, dan pasal 15. Undang – Undang Pers adalah Lexs Spesialis terhadap Kitab Undang – Undang Hukum Pidana, ikuti dulu koridor yang diatur di dalam UU Pers, jangan terus berusaha mempidanakan,” ungkap Bernat. (

Kepala Desa Meranti Paham Sugeng Harianto, berulang kali dikonfirmasi via selular awak media ini guna diminta kejelasan atas laporan yang ia buat, tapi tidak dapat terhubung. Ditemui di kantornya tidak ada di tempat.

“Pak Kades ke Lombok Pak, studi banding ke sana,”ujar salah seorang kaur di desa itu.(jok/aka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *