BLT DD April-Mei Belum Disalurkan, DP3AP2KB: Pemdes Lamban Susun SPJ

IMPERIUMDAILY.COM-KOTA BATU– Penyaluran bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) bagi 19 desa di Kota Batu belum dilakukan untuk April dan Mei. Ditargetkan dua bulan bantuan itu akan disalurkan pada Mei sebelum lebaran. Salah satu alasan belum penyaluran DD karena SPJ Pemdes yang lamban. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu, Mokhammad Forkan menjelaskan alasan keterlambatan. Forkan menyebutkan, salah satu hal yang sedikit menghambat penyaluran BLT DD adalah lambatnya pengerjaan surat pertanggungjawaban (SPJ) dari pihak pemerintah desa. Padahal menurutnya pengerjaan seperti itu tak memerlukan waktu lama.

“Setiap penyaluran BLT DD tim kami selalu datang. Tak hanya sekedar datang saja, tapi kami juga memberikan motivasi kepada pemdes agar SPJ segera diselesaikan. Agar pengajuan di bulan selanjutnya bisa segera dilakukan,” katanya dilansir Nusadaily.com.

Dia menyebutkan sebenarnya jika semua dokumen-dokumen yang diperlukan sudah lengkap. Pendistribusian BLT DD bisa rampung dalam waktu satu hari. Terlebih anggaran untuk program tersebut juga sudah tersedia. “Anggaran siap sebetulnya. Tinggal mereka saja menindaklanjuti. Setelah itu Pemkot akan mendampingi dalam kepengurusan dokumen,” katanya.

Ia mengatakan untuk mencapai target pencairan, pihaknya memanfaatkan keberadaan APEL (Asosiasi Petinggi Desa dan Lurah) Kota Batu untuk mengimbau anggota.  Ketika SPJ selesai agar segera diserahkan.

Dia menargetkan pemberian BLT DD bisa selesai sebelum lebaran dengan tujuan agar masyarakat bisa memanfaatkan uang tersebut untuk membeli kebutuhan bahan-bahan pokok jelang lebaran. Besaran BLT DD yang diterima oleh masyarakat sebesar Rp 300 ribu perbulan. Di Kota Batu ada 2050 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 19 desa. Dari total KPM tersebut anggaran sebesar Rp 615 juta. 

“Mei akan dilakukan dua kali penyaluran BLT DD untuk April dan Mei. Tidak bisa disalurkan sekaligus lantaran adanya peraturan baru, mengenai tak diperbolehkannya melakukan penyaluran BLT DD dengan dirapel. Peraturan seperti itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 222/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Dana Desa,” papar Forkan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petinggi Desa dan Lurah (APEL) Kota Batu Wiweko menjelaskan, terlambatnya penyaluran BLT DD merupakan dampak langsung dari keterlambatan pencairan DD dan ADD beberapa waktu lalu. Lantaran pada tahun sebelumnya pencairan DD dan ADD paling lambat pada Februari. Namun untuk tahun ini baru cair pada awal Maret. 

Oleh sebab itu, pengerjaan data dan SPJ BLT DD untuk Januari lalu dikerjakan pada Maret, kemudian data dan SPJ BLT DD Februari dikerjakan pada April kemarin, serta data dan SPJ BLT DD Maret dikerjakan pada Mei. “Kami tidak mau saling menyalahkan. Di Desa Oro-oro Ombo sendiri pengerjaan SPJ dan data BLT DD untuk April masih 60 persen,” ujar pria  Kades Oro-oro Ombo itu. (wok/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *