Tanda Orang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Siapa yang tidak ingin meraih malam Lailatul Qadar? Hal tersebut merupakan keinginan setiap umat Islam di penghujung bulan Ramadan.

Datangnya malam istimewa ini tidak diketahui oleh seorang pun sehingga umat Islam hanya membaca tanda-tanda malam yang menurut Al-Qur’an lebih baik dari 1.000 bulan ini. Betapa mulianya malam lailatul qadar karena mampu membawa seorang hamba pada ketakwaan yang hakiki.

BACA JUGA: Kenali Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, Jangan Sampai Terlewat – Nusadaily.com

Karena waktunya yang tidak diketahui, untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar, seorang hamba sesungguhnya bisa mempersiapkan diri sedari awal Ramadan tiba. Hal penting yang harus diperhatikan yaitu seseorang jangan hanya pasif menunggu malam Lailatul Qadar tiba, tetapi keistimewaan malam tersebut harus direngkuh secara aktif dengan sejumlah ibadah dan amal kebaikan.

Melansir dari NU Online, Quraish Shihab menjelaskan terdapat dua tanda orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar.

BACA JUGA: Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan? – Beritaloka.com

Kebaikan terus meningkat

Saat malam Lailatul Qadar, dalam QS Al-Qadr: 4, para malaikat turun ke bumi dan mengunjungi seseorang. Malaikat mendukung manusia yang berbuat baik. Dengan demikian, melakukan kebaikan secara terus-menerus bisa mengantarkan manusia mendapatkan malam lailatul qadar.

Lalu kebaikan yang seperti apa? Berbuat baik juga terkait dengan kesempatan dan waktu. Artinya, manusia jangan menunda kebaikan, apalagi ketika orang lain sangat membutuhkan bantuan dan kebaikan tersebut saat itu juga. Di situlah malam kemuliaan akan datang kepada manusia yang Malaikat juga turut datang kepadanya.

Oleh karenanya, pertanda pertama orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah kebaikannya terus meningkat dalam kehidupan sehari-hari bahkan setelah Ramadan usai.

BACA JUGA: Dua Keistimewaan Malam Lailatul Qadar – Noktahmerah.com

Hati dan perilakunya penuh dengan kedamaian

Pada malam Lailatul Qadar ada kedamaian sampai fajar (QS Al-Qadr: 5). Artinya, damai dengan diri dan damai dengan orang lain. Damai itu ada damai aktif dan ada damai pasif. Misal ketika manusia naik bus, banyak orang di bus, lalu hanya duduk diam, tidak menyapa samping kiri dan samping kanannya. Hal itu termasuk damai, tetapi damai pasif.

Lain halnya dengan damai aktif yaitu ketika saling menyapa atau memberi sesuatu kepada orang lain dengan tujuan yang baik. Hal ini juga berlaku bahwa ketika manusia tidak bisa memuji orang lain, tidak perlu memakinya.

Kalau tidak bisa memberi sesuatu kepada orang lain, jangan lalu mengambil haknya. Kalau tidak bisa membantunya, jangan menjerumuskannya. Ini prinsip kedamaian yang dapat mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin. Di saat itulah manusia mendapat malam kemuliaan, yaitu malam lailatul qadar.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa tanda kedua orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah hati dan perilakunya penuh dengan kedamaian.(mic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *