Ada Desa di Jember yang Bikin Permen dari Sayur dan Teh Bunga Mawar

IMPERIUMDAILY.COM – JEMBER – Selain memiliki desa paling produktif sebagai produsen handicraft seperti Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung ternyata di Kabupaten Jember juga mempunyai desa kreatif lainnya.

Yakni, Desa Sukorambi warganya membuat permen dan Desa Karangpring membikin teh. Kedua desa ini berada di wilayah Kecamatan Sukorambi dengan jarak sekitar 10 kilometer arah barat dari pusat kota Jember.

Disana, permen yang dibikin bukanlah manisan seperti biasanya. Melainkan, permen berbahan dasar dari dedaunan sayur mayur. Permennya dinamai Sasuje, akronim dari ‘Sayur Sukorambi Jember’.

Selain itu, tehnya juga tergolong unik karean dibuat dari bahan utama bunga mawar. Teh mawar menuai juara terbaik dalam lomba desa inovatif oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Jawa Timur tahun 2018 lalu.

Adalah Dewi Isnaini, perempuan setempat berusia 50 tahun yang mengawalinya. Pada tahun 2017 silam, mulanya ia tergerak karena melihat banyak warga di desanya yang menanam sayuran. Bunga mawar juga tanaman yang banyak tumbuh di pekarangan rumah.

Wilayah Desa Sukorambi memang didominasi lahan pertanian penghasil sayuran. Mayoritas sayur yang diperjual belikan ke pasar induk di Jember, Pasar Tanjung berasal dari desa tersebut.

Menurut Dewi, permen sayur dibuat dengan campuran bahan alami seperti gula, air, dan ekstrak rumput laut. Selama hampir lima tahun berjalan, produksinya lancar.

Sebab, harganya tergolong murah hanya kisaran Rp5 ribu per 100 gram. Kian banyak digemari oleh anak-anak yang ingin mengkonsumsi permen alami serta sejumlah kalangan vegetarian.

Namun, kendala dialami Dewi pada peralatan sehingga produksinya terbatas. Dia menceritakan kisah terpaksa menolak permintaan dari seorang pengusaha agar memproduksi 100 pak per hari.

Butuh Alat Produksi yang Memadahi

“Saya tidak bisa memenuhinya, karena tidak punya alat produksi yang memadai,” katanya ke nusadaily.com dalam kesempatan wawancara di Kantor Kecamatan Sukorambi, Selasa 22 Juni 2021.

Keinginannya kelak produksi permen sayur dan teh mawar berkelanjutan dan terus meningkat. Sementara ini, pemerintah kecamatan setempat turut membantu penjualan produk tersebut.

“Camat memberi support, dan pendampingan ikut memasarkan produknya UMKM ini,” jelas Dewi.

Camat Sukorambi, Bambang Rudiyanto mengatakan, tengah merintis agar produk UMKM dipasarkan secara online. Mengingat saat ini dalam situasi serba keterbatasan aktivitas karena pandemi COVID-19 sedang melanda.

Ia berusaha menggandeng startup ‘One Way Shop’ serta bekerjasama untuk penguatan kelembagaan masyarakat desa dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

“Yang kita butuhkan saat ini adalah akselerasinya. Disini banyak potensi yang bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat. Sayur disini melimpah,” urainya.

Itok Wicaksono, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UMJ menuturkan, pihaknya mendorong tata kelola kolaboratif antara pemerintah dengan masyarakat.

“Diharapkan pemerintah daerah dan pemerintah desa berubah polanya menjadi dinamis, cepat, inovatif dan kreatif,” ucap dia. (Adv Humas Pemkab Jember).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *