Delapan Desa Terdampak Lumpur Lapindo Sidoarjo Jadi Empat Desa

IMPERIUMDAILY.COM – SIDOARJO – Desa dan Kelurahan terdampak Lumpur Lapindo di Sidoarjo akan segera digabung. Penggabungan ini dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, penyelenggaraan pemerintahan desa yang sehat dan menyelamatkan keuangan negara.

“Surat rekomendasi dari Mendagri sudah turun, jadi kami tinggal menindaklanjuti saja,” kata Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi saat dikonfirmasi Nusadaily.com, Kamis (10/6/2021).

Subandi menyebutkan, Delapan desa yang akan digabung menjadi 4 desa. Empat diantaranya berada di wilayah Kecamatan Jabon, dan 2 desa berada di wilayah Kecamatan Porong, dan 1 desa lagi berada di wilayah Kecamatan Tanggulangin.

“Nantinya, kami akan susun draft raperda dan akan kami ajukan ke DPRD agar ditindaklanjuti, menjadi peraturan daerah,” kata Subandi.

Di sisi lain, Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan, pihaknya sangat mendukung pemenuhan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Salah satu bentuknya ialah dengan mensupport usulan pemkab terkait penggabungan wilayah terdampak lumpur lapindo ini.

“Terkait skema pembahasannya akan seperti apa, itu kami masih menunggu pengajuan raperdanya dulu. Nanti bisa saja kami bentuk pansus (panitia khusus), atau bisa juga panja (panitia kerja) raperda ini,” ujar politisi dari PKB itu.

Berikut rencana desa terdampak Lumpur Lapindo yang akan digabung. Desa Besuki dan Dukuhsari yang akan digabung menjadi Desa Dukuhsari (Kecamatan Jabon). Desa Pejarakan dan Desa Kedungcangkring akan digabung menjadi Desa Kedungcangkring,(Kecamatan Jabon).

Desa Renokenongo dan Desa Glagaharum. Desa Renokenongo digabung menjadi Desa Glagaharum. (Kecamatan Porong). Desa Kedungbendo dan Desa Ketapang. Desa Kedungbendo digabung menjadi Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin (ful/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *