Dituding Mengelabui Perolehan Retribusi Parkir, Oknum Dishub HR Tampik Pernyataan Jukir

IMPERIUMDAILY.COM-KOTA BATU– Beberapa hari lalu, perwakilan jukir berjumlah sekitar 20-an orang mendatangi DPRD Kota Batu. Mereka didampingi Ketua Badan Penyuluhan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila (PP) Batu, Sulianto pada Rabu kemarin (16/6).

Mewakili suara yang diungkapkan para jukir, Sulianto mengatakan, ada oknum Dishub aktif berinisial HR yang bekerja tidak sesuai peraturan sehingga menguntungkan diri sendiri atau kelompok. Selain itu, HR mengarahkan para jukir untuk tak memberikan karcis kepada pengguna jasa.

“Kalau saya menilai dan tadi sudah menanyakan terkait dengan parkir, itu sebetulnya satu titik saja sudah sangat terpenuhi. Setiap pengelola, sudah memberikan setoran setiap satu bulan. Ada bukti kwitansi. Satu titik totalnya bisa ratusan juta per tahun,” kata Sulianto.

Semisal, ketika ada lima unit motor yang parkir, ditengarai HR justru yang meminta agar hanya beberapa saja yang diberi karcis. Sehingga tak menutup kemungkinan, uang itu masuk ke kantong pribadi yang menjadi faktor utama rendahnya PAD dari sektor ini. “Saya kira perkara ini ada oknum dari pihak Dishub yang bermain. Ini harus dipertajam, saya khawatir dari nominal yang disetor, sebagian dimasukan ke PAD sebagian masuk ke kantong pribadi. Misalnya oknum itu HR,” tukasnya.

Oknum Dishub berinisial HR yang dimaksud mengarah pada Kabid Parkir Dishub Kota Batu, Hari Juni Susanto. Hari memberikan keterangan yang menepis tudingan miring kepadanya. Menurutnya, apa yang disampaikan jukir tidak benar. Ia tak merasa menginstruksikan kepada jukir untuk mengelabui perolehan retribusi parkir. Dengan cara, hanya memberikan karcis kepada beberapa pengguna jasa saja.

“Saya tidak pernah menginstruksikan seperti itu,” tampik pria yang akrab disapa Harijun.

Justru, menurut Hari, rendahnya perolehan retribusi parkir, karena pihak jukir sendiri yang enggan memberikan karcis kepada pengguna jasa. Bukan atas arahan dari dirinya. Tak diberikannya karcis oleh jukit kepada pengguna jasa sudah berlangsung sejak lama. “Kebocoran ini gara-gara jukir tidak mau melepas karcis. Kejadiannya seperti itu,” timpal petugas yang sudah berdinas di Dishub sejak 2006 itu.

Harijun tidak mau berkomentar banyak menanggapi adanya suara miring di luar sana. Ia hanya menjelaskan apa yang menjadi tupoksinya di Dishub saja. Termasuk adanya dugaan mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari sektor retribusi parkir. “Kami prosesnya nanti kan ke inspektorat. Saya tidak mau komentar yang di luar sana,” katanya.

Harijun juga membantah kalau jukir setor per hari, bukan per jumlah karcis yang disobek. Namun saat ditanya lebih dalam mengenai hal ini, Harijun mengatakan bawahannya yang lebih banyak tahu. “Setiap mau setor, para jukir ambil ID billing. Lalu setor sendiri jadi, bukan kami. Isu itu tidak benar,” tegasnya.

Perlu Investigasi Mendalam

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, perlu investigasi mendalam untuk mengetahui kebenaran secara pasti. Sehingga butuh pemanggilan kepada oknum yang dimaksud serta dibutuhkan pula keterangan dari para jukir.

“Kalau oknum Dishub ada yang bermain-main disitu tidak bisa dibenarkan secara langsung. Informasi itu harus diinvestivigasi dulu,” terangnya.

Imam menerangkan beberapa tudingan seperti adanya setoran yang mencapai ratusan juta di satu titik perlu ada bukti. Karena diungkapnya setoran retribusi diberikan langsung ke Bank Jatim.

“Untuk setoran langsung ke Bank Jatim. Kami di Dishub juga punya data. Saya sarankan apa yang dikatakan harus ada bukti. Karena nanti akan jadi sandungan. Seperti jukir yang bilang bahwa dia disarankan Dishub untuk berikan satu karcis dari lima sepeda motor harus ada bukti,” bebernya.

Saat ditanya sejak kapan teknis pembayaran retribusi ke bank Jatim diberlakukan. Diungkap Imam sejak tanggal 22 April 2021 setelah adanya Perda dan Perwali yang baru. Artinya sebelum itu, penyetoran parkir langsung ke Dinas Perhubungan Kota Batu.

Lebih lanjut, jika hanya satu karcis yang disetorkan, Imam juga mempertanyakan empat sepeda motor yang tidak diberi karcis lari uangnya kemana. “Yang empat dimana, disetor ke siapa itu harus ada bukti. Kalau sampai ada bukti disetor ke staf saya nanti akan saya tindak tegas,” imbuhnya.(wok/aka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *