Kasus Aktif Tertinggi Kedua se-Jatim, Ini Sumber Penularan COVID-19 di Banyuwangi

IMPERIUMDAILY.COM – BANYUWANGI – Kasus COVID-19 di Banyuwangi mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, jumlah kasus aktif di Banyuwangi tercatat sebagai yang tertinggi kedua di Provinsi Jawa Timur.

Dilansir dari data COVID-19 Jawa Timur, Jumat 25 Juni 2021, total kasus aktif di Banyuwangi mencapai 480 kasus. Jumlah tersebut hanya kalah dari Kabupaten Bangkalan yang mencapai 1.043 kasus aktif.

Ledakan kasus ini imbas dari munculnya sejumlah klaster baru yang menjadi sumber penularan. Total sudah ada 12 klaster yang terdata Satgas COVID-19 Banyuwangi.

BACA JUGA: Klaster Puskesmas di Banyuwangi Bertambah: 18 Nakes Positif, Satu Meninggal

“Data kita, sudah ada 12 klaster yang jadi sumber penularan COVID-19 di Banyuwangi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono, saat dikonfirmasi wartawan.

12 klaster ini terdiri atas dua klaster hajatan, yakni klaster hajatan Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo dan klaster hajatan Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. 

Total warga yang terpapar COVID-19 di dua klaster hajatan tersebut mencapai 80 kasus. 20 pasien diantaranya dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia. Sementara kasus aktif sebanyak 56 orang.

Klaster selanjutnya yakni klaster ziarah walisongo. Terdapat dua klaster yakni di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi dan Desa/Kecamatan Blimbingsari. “Ada 31 kasus dari dua klaster ziarah Walisongo. Semuanya masih aktif. Satu pasien harus dirawat di rumah sakit,” kata Widji.

Selain itu juga ada 3 klaster puskesmas/nakes di puskesmas Tegaldlimo dan Kedungwungu, Tegaldlimo serta Puskesmas Licin. “Total ada 18 tenaga kesehatan yang positif. Satu diantaranya meninggal dunia,” ujarnya.

Juga terdapat 2 klaster keluarga di Kelurahan Sumberrejo dan Desa Genteng Kulon. Kemudian satu klaster pondok pesantren di Desa Watukebo, satu klaster masjid Desa Tegaldlimo, dan satu klaster pembuat peti buah di Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo. 

“Yang terbaru ada klaster pembuat peti buah. Sumbangan kasusnya cukup banyak. Ada 48 orang yang positif COVID-19. InI semakin menguatkan, bahwa kerumunan dapat memicu penularan COVID-19,” tambahnya. 

Tracing dan testing pun terus dilakukan, mengingat 12 klaster tersebut masih aktif dan berpotensi menularkan ke masyarakat. Namun pihaknya optimis satu dari 12 klaster tersebut sudah tidak lagi mengindikasikan berkembang. 

BACA JUGA: COVID-19 Banyuwangi Meledak!! 2 Hari: 140 Kasus Baru, 7 Pasien Meninggal

“Klaster hajatan Desa Wringinpitu ya selama 4 hari ini sudah tidak ada lagi penambahan. Masalah tracing terus kita lakukan. Jadi tracing ini seperti cabang diatas pohon, ditemukan ditracing lagi hingga sampai penderita positif tidak ada,” tutup Widji.

Sejak pandemi COVID-19, total jumlah warga Banyuwangi yang terpapar virus corona mencapai 7.174 orang. Sebanyak 5.982 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan saat ini masih ada 480 kasus aktif. Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia mencapai 712 dengan fatality rate 9,97 persen. (ozi/lna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *