Komitmen Perjuangkan Lingkungan, DPRD Ponorogo Dapat Peringkat 3 Green Leadership Narwasinta Tantra 2020

IMPERIUMDAILY.COM – PONOROGO – Berkat komitmen perjuangkan lingkungan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo mendapat peringkat 3 Green Leadership Narwasinta Tantra 2020. Penghargaan tersebut diberikan oleh Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya, dalam acara penganugrahan penghargaan Narwasinta Tantra dan Green Leadership 2020, yang digelar secara virtual, Selasa (15/06/2021) lalu.

Predikat ini membuat DPRD Ponorogo sederet dengan DPRD Kabupaten Buleleng Profiinsi Bali di peringkat 2, dan DPRD Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah di peringkat 1. Ketiganya pemenang dalam kategori kabupaten sedang.

Green Leadership Narwasinta Tantra tersebut merupakanĀ  bentuk apresiasi dari Pemerintah yang diberikan kepada Pimpinan Daerah baik eksekutif maupun legislatif. Mereka yang mendapat penghargaan berarti berhasil merumuskan, menerapkan kebijakan dan program kerja sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan menuju green economy.

“Prestasi ini berawal dari komitmen bersama pemerintah daerah dan DPRD di tahun 2020,” kata Ketua DPRD Ponorogo Sunarto hari ini kepada nusadaily.com, Rabu (16/06/2021).

Salah satu indikator penilainya, lanjutnya, yakni mempertahankan Jalan Hos Cokroaminoto menjadi kawasan hutan kota. Sehingga tak hanya itu regulasi seputar penyelesaian masalah persampahan di Ponorogo pun telah dituntaskan.

“Semoga tahun depan lagi. Bisa dipertahankan dan ditingkatkan menjadi peringkat satu, ” kata politisi asal Partai Nasdem tersebut.

Indikator penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup adanya hutan kota di Hos Cokroaminoto. Persoalanya saat ini, jalan yang berada di pusat kota itu sudah beberapa pohon dipangkas. “Pemkab segera mencari alternatif lain kawasan hutan kota ini, bila tidak dipastikan tahun depan predikat ini akan hilang, ” tegasnya.

Sunarto mencontohkan, masih ada desa desa atau tempat-tempatĀ  ketika kemarau panjang ini masih mengalami kesulitan air. Ada kekeringan, suplai dari PDAM ini terbatas. Suplai air PDAM masih terbatas. Sehingga perlu disuplai dari BPBD, tetapi bagaimana daerah rawan kering ini bisa teratasi.

“Misalnya dengan penampungan airnya dan penghijauannya lebih maksimal, ” imbuhnya.

Terakhir Ketua DPRD Sunarto meminta seluruh steakeholder di Bumi Reyog untuk menjadikan penghargaan Green Leadership Narwasinta Tantran 2020 ini menjadi momentum menuju Ponorogo hijau. Sehingga mimpi memboyong Adipura pun dapat terwujud.

“Kalau Adipura ini masih dianggap menjadi penghargaan yang prestisius di bidang lingkungan, mari bersama-sama mewujudkanya,” pungkasnya. (*/nto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *