Pelatih Hongaria Akui Perbedaan Besar Antara Skuadnya dengan Prancis

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Pelatih tim nasional Hongaria Marco Rossi mengakui ada perbedaan besar antara skuadnya dengan Prancis, yang besar kemungkinan akan terlihat dalam lanjutan Grup F Euro 2020 di Budapest, Sabtu (19/6).

“Tentu saja ketika skuad mereka secara total bernilai 900 juta euro dan kami hanya 60 juta euro, mungkin kita akan melihat perbedaan itu di atas lapangan,” katanya dilansir Reuters, Jumat.

BACA JUGA : Kemenpora Intensif Kawal Persiapan 100 Hari Jelang PON Papua

Kendati demikian Rossi menegaskan para pemain Hongaria harus mengerahkan segala kemampuan mereka di atas lapangan, untuk membuktikan reputasi sebagai tim yang kerap menyulitkan tim-tim besar berbekal pertahanan solid dan kemampuan serangan balik.

Di waktu bersamaan, pelatih asal Italia itu berharap mereka bisa mendapati Prancis tengah menjalani hari yang buruk sebagai bentuk keuntungan Hongaria.

Terlebih bukan tidak mungkin Prancis akan mengistirahatkan pemainnya agar bisa melangkah jauh di dengan turnamen yang berlangsung dalam cuaca panas di seluruh Eropa, yang bisa menguras tenaga pemain.

“Kami harus memastikan, atau berharap, Prancis tampil di bawah standard besok. Kami ingin hasil bagus, tapi saya lebih tertarik melihat peningkatan penampilan,” kata Rossi.

“Kami harus siap berlari lebih banyak tanpa bola dibanding mereka. Ini akan menjadi tantangan di tengah cauca panas ini, jadi kami harus bisa melakukannya dengan cerdik.

“Kami tidak boleh kelelahan hanya setelah empat hari. Kami sudah melakukan pemulihan seoptimal mungkin… Tidak ada alasan apapun, termasuk persoalan kelelahan, sebab kami di sini dan harus tampil,” ujar Rossi melengkapi.

Hongaria Memaksa Portugal Bermain Nirgol Hingga Menit 84

Di pertandingan pertama, Hongaria sempat mampu memaksa Portugal bermain nirgol hingga menit ke-84 hanya untuk kalah tragis karena kebobolan tiga gol di menit-menit akhir.

Sebagai tim paling tidak diunggulkan di grup neraka, Hongaria besar kemungkinan akan tetap mengandalkan pola permainan bertahan melawan Prancis yang punya lini depan berbahaya.

BACA JUGA : Granada Tunjuk Mantan Bos Timnas Spanyol Sebagai Pelatih Baru

“Ketika Anda menghadapi pemain dengan kecepatan tinggi, menerapkan lini pertahanan tinggi akan menyisakan ruang yang terlalu menganga di belakang, jadi Anda tidak ingin melebarkan lapangan maupun celah di antar lini,” ujarnya.

“Jika kami menerapkannya melawan Portugal, besar kemungkinan itu berulang melawan Prancis. Yang jelas kami harus menampilkan permainan sempurna dari berbagai perspektif,” tutup Rossi. (int1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *