Sabtu, Desember 4, 2021

Akhir Cerita Dugaan Polisi di Sumut Cabuli Istri Tersangka Narkoba

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – MEDAN – Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, mengambil sikap tegas terkait dugaan oknum polisi memperkosa dan memeras istri tersangka kasus narkoba.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Polda Sumut: Penyidik Kembangkan Kasus Perampokan Toko Emas di Medan

Kapolda langsung mencopot Kapolsek dan personel Polsek Kutalimbaru.

“Ya itu saya pertama-tama ikut prihatin. Saya sudah dengar dan saya sudah berbicara kepada jajaran saya, saya akan tindak tegas. Makanya kemarin, tadi malam saya sudah copot yang bersangkutan, termasuk Kapolsek-nya, dan penyidiknya,” kata Irjen Panca kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

“Ini tidak boleh dilakukan oleh seorang anggota Polri, dia harus menunjukkan dirinya sebagai anggota Polri yang bisa melindungi dan melayani masyarakat. Saya sudah tarik Kapolsek, Kanit, dan penyidiknya beserta yang melakukan dugaan itu. Sekarang dalam pemeriksaan Propam,” sambung Panca.

Seperti diberitakan Nusadaily.com sebelumnya, personel Polsek Kutalimbaru, Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut) diduga memeras dan mencabuli istri dari tersangka kasus narkoba.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dimintai konfirmasi, Senin (25/10), belum menjelaskan kapan peristiwa dugaan pemerasan dan pencabulan oleh personel Polsek Kutalimbaru ini terjadi.

Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengakui anggotanya berbuat salah.

“Terkait dengan beredarnya berita adanya perbuatan cabul yang dilakukan oleh anggota kami di Polsek Kutalimbaru, atas berita tersebut kami dipanggil Pak Kapolda dan diperintahkan langsung untuk membuat tim gabungan antara Polda dan Polres dan kita melaksanakan pendalaman terkait dengan berita yang beredar,” kata Riko kepada wartawan di Polda Sumut hari ini.

Kemudian, Riko menjelaskan soal pernyataan istri tersangka itu soal dirinya dicabuli saat hamil di salah satu hotel. Riko pun membenarkan perbuatan itu dilakukan di hotel.

“Jadi, informasi awal dari hasil pemeriksaan, informasi dari rekan-rekan bahwa perbuatan itu dilakukan di hotel. Kemudian, datang ke hotel itu mereka pergi bersama-sama dan membuat janji. Mereka membuat janji, dan dari pihak perempuan, pengakuan dari anggota kita dijemput di rumah. Kemudian mereka pergi bersama-sama di hotel. Yang pasti anggota kita salah untuk melakukan perbuatan itu,” ucap Riko.

Riko pun masih mendalami soal dugaan adanya permintaan uang yang disebut oleh korban. Riko mengaku dugaan itu masih didalami oleh pihak Bidpropam.

Lalu, Riko menyebut kasus ini mencuat setelah viral. Kasus itu diduga terjadi pada Mei.

“Jadi dari berita yang beredar viral bahwa dari penasihat hukum menyampaikan bahwa istri daripada klien yang bersangkutan dicabuli di sebuah hotel. Sudah saya sampaikan. Itu berita viral. Dan itu bulan Mei dan kemarin petugas kita sudah tindak lanjuti langsung dengan Bidpropam Polda,” ucap Riko.

Ungkap Inisial Oknum yang Cabul

Sementara Kabid Propam Polda Sumut Kombes Donald Simanjuntak mengatakan oknum yang melakukan itu berinisial RHL. Donald menegaskan dari keterangan beberapa saksi, peristiwa itu diduga kuat mengarah ke persetubuhan.

“Keterangan dari beberapa saksi yang kita dapat, ini memang memperlihatkan adanya dugaan persetubuhan yang dilakukan oleh anggota kita dengan inisial RHL, namun perlu kami jelaskan ada beberapa saksi yang kita masih undang untuk kita klarifikasi untuk menguatkan daripada bukti-bukti adanya dugaan persetubuhan yang dilakukan oleh oknum anggota kita tersebut,” ucap Donald.

Donald mengaku pihaknya pun telah memeriksa korban. Petugas memeriksa korban di Provinsi Aceh.

“Untuk korban kemarin kita sudah lakukan pemeriksaan gabungan dengan Polrestabes Medan di Aceh. Jadi, keterangannya kita sudah dapat, dari keterangannya itulah nanti akan kita kembangkan untuk menggali ataupun memeriksa saksi-saksi lainnya,” sebut Donald.

Sejauh ini, petugas masih menduga pelaku persetubuhan itu pun satu orang.

“Sampai saat ini yang kita duga untuk melakukan persetubuhan itu baru satu anggota. Belum dua, baru satu anggota berinisial RHL,” ucap Donald.

Donald menyampaikan saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan. Jika peristiwa itu terbukti, oknum Polsek Kutalimbaru itu bakal dipecat.

“Kita masih melakukan pemeriksaan dulu, karena ada beberapa saksi-saksi yang harus kita minta keterangan, kalau memang nanti keterangan nya terbukti, tentu sanksinya adalah kita lakukan kode etik dengan sanksi PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” terang Donald.

Donald pun menyebut petugas masih mendalami apakah ada kesepakatan hingga si pelapor mau dijemput oleh oknum itu di kos-kosannya. Sejauh ini, kata Donald, pelapor belum menjelaskan secara detail terkait hal itu.

“Ini masih kita dalami. Kalau dari keterangan pelapor sendiri bahwa memang untuk saat ini belum menjelaskan secara rinci apa kira- kira alasannya sehingga mereka bisa bersama- sama di dalam hotel untuk melakukan persetubuhan. Ini masih didalami,” jelas Donald.

Perintahkan Tindak Tegas

Sementara Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi mempertegas bahwa jika terbukti, oknum itu akan ditindak tegas oleh Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.

“Jika terbukti oknum-oknum anggota Polri yang melakukan pelanggaran ataupun ketidakprofesionalan dalam melakukan tugas dan mencederai institusi Bapak Kapolda secara tegas akan melakukan tindakan-tindakan hukum yang tegas terhadap setiap personel,” ucap Hadi.

BACA JUGA: KAI Sumut Sudah Operasikan Seluruh Kereta Api dan Semua Rute

Hadi mengaku saat ini Kapolsek beserta kanitnya telah ditarik dan dibebastugaskan. Lalu, 6 anggota Polsek Kutalimbaru pun ikut dibebastugaskan untuk menjalani pemeriksaan.

“Saat ini pun Kapolsek, kanit itu sudah ditarik dan dibebastugaskan dari jabatannya karena terkait dengan tanggungjawab serta pengawasan termasuk 6 anggota yang juga dibebastugaskan dan ditarik dalam rangka pendalaman pemeriksaan,” tutur Hadi.(wan/kal)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru