Senin, September 26, 2022

Akhirnya Swiss Buat Undang-Undang Mengenai Tembakau

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Referendum Swiss mendukung larangan iklan tembakau di manapun tempak anak muda bisa melihatnya. Hasil referendum nasional, mayoritas mendukung larangan total. Langkah ini mendukung Swiss bersaing dengan tetangganya di Eropa, yang sebagian besar telah memberlakukan larangan yang ketat bertahun – tahun lalu. Nyatanya, meskipun memiliki citra sehat dan ramah lingkungan, Swiss memiliki peraturan tembakau paling longgar di Eropa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Pengamat Hukum Sumenep: Peredaran Rokok Ilegal Harus Ditertibkan, Tidak Ada Toleransi!

Inggris, Prancis, Jerman dan negara – negara lain telah membuat larangan merokok di bar dan restoran bertahun – tahun yang lalu, tetapi Swiss belum. Orang – orang yang berbelanja di supermarket sering bertemu dengan SPG rokok yang memberikan dari merk rokok terbaru. Meskipun jenis praktik ini dilarang beberapa tahun yang lalu, tetapi iklan tembakau masih ada.

BACA JUGA: Harga Rokok Bakal Naik, Kantong Perokok Dipastikan Jebol

Minggu (13/2/2022) anggota parlemen Sosial Demokrat, Flavia Wasserfallen, menyambut baik hasil pemungutan suara. Dia memberikan apresiasi kepada asosiasi dokter dan guru yang mendukung larangan tersebut. “Ada banyak upaya yang untuk menanam larangan ini di hati para kaum muda,” katanya dalam wawancara dengan Swiss TV, mengutip dari BBC.

BACA JUGA: Regulasi Tembakau Alternatif Diaggap Mampu Turunkan Prevalensi Perokok

Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dinegosiasikan di Jenewa 20 tahun yang lalu. Swiss menandatangani perjanjian tersebut tetapi belum menerapkannya, menjadikan Swiss satu – satunya negara di Eropa yang tidak menerapkan larangan tersebut. Sampai referendum hari Minggu kemarin, undang – undang periklanan tembakau di negara itu belum disesuaikan.

Rokok lebih murah di Swiss ketimbang di negara Eropa lainnya, dan 27% orang dewasa Swiss merokok, rata – rata ini lebih tinggi dari negara Eropa lainnya. Parlemen telah berulang kali menolak undang – undang yang memberlakukan pembatasan lebih ketat terhadap rokok. Bahkan setelah banyak yang mendukung referendum mengenai larangan ini, pemerintah Swiss mendorong orang – orang untuk menentang referendum itu.

BACA JUGA: YKI Dukung Pemerintah Naikan Cukai Rokok Cegah Kasus Kanker Baru

Pendukung larangan mengatakan hal ini karena perusahaan tembakau besar dunia memiliki kehadiran yang kuat di Swiss. Philip Morris, British American Tobacco, Japan Tobacco memiliki kantor pusat di Swiss. Industri tembakau diperkirakan menyumbang sekitar 6 milliar dollar dan 11.000 lapangan pekerjaan bagi ekonomi Swiss tiap tahun.

Ada 9.000 kematian akibat tembakau di Swiss setiap tahun, dan biaya pengobatan penyakit terkait tembakau menjadi beban sistem perawatan kesehatan. Hal ini menaikkan biaya asuransi kesehatan yang dibayar orang – orang, baik mereka merokok atau tidak.(nc3/lna)

- Advertisement -

Berita Terbaru