Senin, September 26, 2022

Anhui China Berencana Batalkan Pembatasan Jumlah Anak dan Pernikahan

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM-JAKARTA- Penyesuaian kebijakan Provinsi Anhui, China yang berencana untuk membatasi pencatatan kelahiran dan pernikahan telah memicu diskusi panas di Internet dalam beberapa hari terakhir. Anhui pun berencana menghapus keputusan pembatasan tersebut.

pregnant Woman Belly. Pregnancy Concept.
- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Baca Juga: Kapal Tabrak Paus di Selandia Baru, Lima Orang Tewas

Melansir new.qq.com, “Pendapat Implementasi” yang rilis Anhui kali ini. Kebijakan serupa oleh provinsi lain (seperti Guangdong) sebelumnya. Semuanya merupakan implementasi dari “perbaikan sistem pencatatan kelahiran” yang diusulkan oleh pemerintah pusat tahun lalu.

Pada Juni 2021, “Keputusan Komite Sentral Komite Sentral dan Dewan Negara tentang Optimalisasi Kebijakan Kelahiran untuk Mempromosikan Pembangunan Penduduk Seimbang Jangka Panjang” (selanjutnya disebut “Keputusan”) rilis.

Dalam rangka mewujudkan semangat “Keputusan”, memperkuat konstruksi sistem pelayanan kependudukan, dan meningkatkan tata kelola pelayanan di tingkat bawah, Komnas Kesehatan dan Kesehatan mengeluarkan “Panduan Opini Penyempurnaan Sistem Pencatatan Kelahiran” (selanjutnya disebut sebagai “Panduan Pendapat”) pada bulan Desember 2021.

Sistem pencatatan sipil dan pencatatan vital China saat ini pada dasarnya sudah mapan. Terutama dalam sistem pencatatan kelahiran yang memiliki landasan yang relatif baik.

Dari pedoman pendapat dan kebijakan untuk meningkatkan sistem pencatatan kelahiran yang rilis secara nasional dan di seluruh negeri, perbaikan sistem pencatatan kelahiran ini mencerminkan tiga karakteristik yang jelas.

Pertama, sistem pencatatan kelahiran sudah kembali seperti semula. Pencatatan kelahiran telah kembali ke fungsi aslinya yaitu menyediakan layanan kelahiran berkualitas tinggi kepada masyarakat dan sumber data penting untuk statistik demografi. 

Kedua, kebijakan fertilitas menjadi lebih inklusif. Artinya, selama anak itu lahir, pencatatan kelahiran harus tertangani dan dapat tertangani, dan mereka akan menikmati pelayanan persalinan yang setara. 

Baca Juga: Sempat Sembunyi Karena Gagal Oplas, Linda Evangelista Akhirnya Go Publik

Ketiga, mewujudkan konsep “kenyamanan dan manfaat bagi rakyat”. Baik itu “Panduan Opini” nasional atau “Pendapat Implementasi” dari berbagai tempat, cukup banyak ruang telah terhabiskan untuk bagaimana “menyenangkan rakyat dan menguntungkan rakyat”. (mdr2/lna)

- Advertisement -

Berita Terbaru